Foto: Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta saat mengunjungi keluarga korban tragedi pembunuhan di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, Jumat (31/7/2026).
Buleleng, KabarBaliSatu
Kepedulian terhadap keluarga korban tragedi pembunuhan di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, ditunjukkan DPD Partai Demokrat Provinsi Bali bersama DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng.
Rombongan Demokrat Bali mendatangi kediaman keluarga korban di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, Jumat (31/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Partai Demokrat menyerahkan bantuan tali kasih sebesar Rp50 juta yang dihimpun melalui gotong royong kader Partai Demokrat se-Bali.
Kunjungan kemanusiaan itu dipimpin Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta. Ia didampingi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng Luh Gede Heriyani (LGH), Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bali Komang Nova Sewi Putra, serta jajaran pengurus dan kader Partai Demokrat.
Tidak sekadar menyerahkan bantuan, kedatangan rombongan juga menjadi momentum untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tengah berduka. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak korban yang kini harus menjalani kehidupan tanpa kehadiran sosok ayah.
Made Mudarta mengatakan, kehadiran Partai Demokrat Bali merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus pesan kepada masyarakat agar menolak segala bentuk kekerasan dalam menyelesaikan persoalan.
“Kami hadir di sini untuk merawat kasih sayang dan menolak kekerasan. Ajaran agama mengajarkan bahwa setiap makhluk hidup harus dihormati dan tidak boleh disakiti. Karena itu, penyelesaian persoalan tidak boleh dilakukan dengan kekerasan,” ujar Made Mudarta.
Ia mengajak keluarga korban dan seluruh masyarakat untuk menghadapi musibah dengan ketabahan serta tetap menjaga persaudaraan. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan harus terus dijunjung agar sebuah persoalan tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan.
Made Mudarta juga menekankan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui cara-cara yang beradab dan sesuai dengan ketentuan hukum.
“Kita harus menjaga persaudaraan. Jangan sampai ada lagi tindakan yang mengedepankan kekerasan. Semua persoalan harus diselesaikan melalui cara-cara yang beradab dan sesuai hukum yang berlaku,” harapnya.
Di hadapan keluarga korban, Made Mudarta turut memberikan motivasi kepada anak-anak agar tidak kehilangan semangat untuk menempuh pendidikan dan meraih cita-cita. Ia memastikan Partai Demokrat akan memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan serta masa depan anak-anak korban.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng Luh Gede Heriyani menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi yang telah merenggut nyawa seorang ayah dan meninggalkan anak-anak yang masih membutuhkan kasih sayang serta pendampingan orang tua.
“Terlepas dari persoalan hukum yang terjadi, kami melihat dari sisi kemanusiaan. Anak-anak, khususnya Kezia yang masih kecil, sangat membutuhkan sosok ayah. Karena itu kami hadir untuk memberikan dukungan kepada keluarga,” ucap LGH.
Ia menegaskan, Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu, setiap dugaan tindak pidana harus diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku dan tidak boleh diselesaikan dengan tindakan kekerasan.
“Perbuatan melanggar hukum tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Semua harus diselesaikan melalui proses hukum yang berlaku,” tegasnya.
Bantuan tali kasih senilai Rp50 juta yang diserahkan dalam kunjungan tersebut diprioritaskan untuk membantu keberlanjutan pendidikan dan masa depan anak-anak korban. Bantuan itu menjadi bentuk solidaritas kader Partai Demokrat se-Bali terhadap keluarga yang tengah menghadapi masa sulit.
Selain memberikan bantuan kepada keluarga korban, LGH juga mendorong pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah pusat, dan instansi terkait untuk meningkatkan perhatian terhadap masyarakat di kawasan Bali Aga.
Menurutnya, perhatian tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi masyarakat di Desa Sidetapa, Pedawa, Cempaga, Tigawasa, dan desa-desa di sekitarnya.
“Kami berharap pemerintah hadir membantu masyarakat, terutama keluarga yang sedang mengalami musibah, agar anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Partai Demokrat Bali untuk hadir di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Lebih dari sekadar bantuan, Demokrat ingin menguatkan pesan bahwa persaudaraan dan nilai-nilai kemanusiaan harus tetap dijaga, sementara setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui jalur hukum tanpa kekerasan (kbs)

