Foto: Wali Kota Jaya Negara bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar saat menerima kunjungan kerja Bupati Bangka Barat, Markus didampingi Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (30/7).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Kota Denpasar menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Kantor Wali Kota Denpasar, Kamis (30/7). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antardaerah sekaligus menjadi wahana berbagi pengalaman terkait inovasi tata kelola Smart City dan pengembangan Heritage City (Kota Pusaka).
Rombongan Pemkab Bangka Barat dipimpin langsung oleh Bupati Markus bersama Wakil Bupati H. Yus Derahman dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka Barat. Kedatangan mereka diterima hangat oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang didampingi jajaran Forkopimda Kota Denpasar.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Iman Luqmanul Hakim, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bangka Barat, serta pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Pertemuan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi mengenai kebijakan dan inovasi yang telah diterapkan kedua daerah.
Bupati Bangka Barat, Markus, mengungkapkan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempelajari berbagai inovasi yang dikembangkan Pemkot Denpasar, terutama dalam mewujudkan Smart City yang didukung digitalisasi pelayanan publik. Selain itu, pihaknya ingin menggali strategi Denpasar dalam mengintegrasikan layanan publik, mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan sejarah, serta menjaga identitas Kota Pusaka secara berkelanjutan.
“Kami melihat Denpasar memiliki banyak inovasi yang dapat menjadi referensi bagi daerah lain. Melalui kunjungan ini kami ingin belajar mengenai implementasi Smart City, integrasi layanan publik, pengembangan pariwisata budaya dan sejarah, hingga pengelolaan Heritage City. Harapannya, berbagai praktik baik yang telah diterapkan di Denpasar dapat kami adaptasi sesuai karakteristik daerah kami,” ujar Markus.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Kota Denpasar sebagai lokasi studi banding. Menurut Jaya Negara, forum interaktif ini merupakan ruang yang sangat baik untuk saling bertukar gagasan guna memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pada prinsipnya kami menyambut baik kunjungan kerja ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antardaerah. Setiap daerah memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing, sehingga melalui forum seperti ini kita dapat saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, sekaligus membangun sinergi untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan,” kata Jaya Negara.
Jaya Negara menjelaskan lebih lanjut bahwa Pemkot Denpasar terus berkomitmen memacu transformasi digital melalui Smart City yang terintegrasi dengan berbagai layanan publik. Meski demikian, arah pembangunan kota tetap dipastikan berpijak pada pelestarian budaya, sejarah, dan kearifan lokal sebagai identitas Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya.
Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret melalui penataan dan pengembangan kawasan heritage, penguatan ekosistem pariwisata budaya, serta pelibatan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga warisan budaya sebagai modal utama pembangunan.
“Kami berharap kerja ini mampu memperkuat hubungan kelembagaan antara Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di masa mendatang,” tutup Jaya Negara. (kbs)

