Foto: Bupati Satria melakukan kunjungan kerja ke Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (22/7).
Surabaya, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung terus mengakselerasi pembangunan daerah melalui kolaborasi strategis lintas sektor. Fokus pada penguatan pendidikan, riset, dan penerapan teknologi, langkah konkret ini diwujudkan melalui kunjungan kerja Bupati Klungkung, I Made Satria, ke Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (22/7).
Kunjungan kerja tersebut menjadi ajang penting untuk menjajaki berbagai potensi kerja sama, sekaligus menyelaraskan program prioritas pembangunan Kabupaten Klungkung dengan kepakaran serta program unggulan yang dimiliki civitas akademika ITS.
Kedatangan rombongan Pemkab Klungkung disambut hangat Wakil Rektor I ITS, Prof. Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., bersama jajaran manajemen di Ruang Rapat Pimpinan (RAPIM) Gedung Rektorat ITS.
Dalam sesi courtesy call, Bupati I Made Satria memaparkan gambaran umum potensi daerah yang sangat beragam, mencakup sektor adat dan budaya, pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, perhubungan, maritim, kesehatan, hingga pendidikan. Dari jajaran potensi tersebut, Bupati secara khusus memberikan penekanan pada dua agenda krusial: pengembangan desa wisata berbasis desa adat serta keberlanjutan Green Island Nusa Penida.
Menanggapi pemaparan tersebut, Wakil Rektor I ITS, Prof. Nurul Widiastuti, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Menurutnya, pemetaan prioritas pembangunan yang disodorkan Pemkab Klungkung sangat selaras dengan fokus riset dan teknologi yang sedang dikembangkan di ITS.
“Seluruh program yang disampaikan Pak Bupati sangat relevan dengan bidang dan keahlian yang ada di ITS. Mudah-mudahan keterkaitan ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama nyata,” ujar Prof. Nurul.
Usai merampungkan pertemuan resmi di gedung Rektorat, Bupati I Made Satria bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Fakultas Teknologi Kelautan atas undangan Prof. Ketut Buda Artana, akademisi ITS asal Desa Tihingan, Klungkung.
Agenda di lokasi kedua ini diisi dengan simakrama (silaturahmi) dan diskusi mendalam bertajuk “Sinergi Strategis Mengakselerasi Masa Depan Klungkung” bersama para dosen senior serta Guru Besar ITS asal Bali.
Forum diskusi tersebut secara intensif membedah cetak biru kolaborasi, terutamanya pada fokus pengembangan ekonomi biru (blue economy), pariwisata cerdas (smart tourism), dan pembangunan berkelanjutan. Sejumlah masukan strategis pun mengemuka, salah satunya dorongan kuat untuk penataan kawasan Nusa Penida melalui penguatan branding pariwisata spiritual, penggalian keunikan destinasi, hingga pengoptimalan tim promosi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ketut Buda Artana menegaskan komitmen penuh ITS untuk mendukung kerja sama ini, yang dalam waktu dekat akan diawali secara resmi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
“Klungkung memiliki potensi besar dengan garis pantai terpanjang di Bali dan posisi sebagai episentrum pariwisata global. Ditambah lagi, secara historis Klungkung memiliki warisan budaya (heritage) yang sangat kental. Hal-hal inilah yang menjadi fokus utama dalam landasan kerja sama kita,” jelas Prof. Ketut Buda Artana.
Bupati Satria menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat serta masukan konstruktif yang diberikan oleh seluruh jajaran pakar ITS. Ia berharap dialog strategis ini dapat segera ditindaklanjuti dan diimplementasikan secara nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Klungkung.
Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan kerja ini antara lain Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPRPKP, Kepala Dinas Kominfo, serta Kabag Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Klungkung. (kbs)

