BerandaDaerahPariwisata Bali Tembus 16,3 Juta Wisatawan, Gubernur Koster Wanti-wanti Ancaman Kemacetan dan...

Pariwisata Bali Tembus 16,3 Juta Wisatawan, Gubernur Koster Wanti-wanti Ancaman Kemacetan dan Daya Dukung Lingkungan

Bali Jadi Destinasi Utama Wisatawan Asing, Gubernur Koster Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Kunjungan

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster saat mengikuti Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7/2026).

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan capaian sekaligus tantangan pembangunan sektor pariwisata Bali dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/7/2026).

Di hadapan para peserta rapat, Koster memaparkan bahwa sepanjang 2025 Bali menerima kunjungan sekitar 16,3 juta wisatawan, terdiri dari 7,05 juta wisatawan mancanegara dan 9,3 juta wisatawan domestik. Angka tersebut hampir empat kali lipat dibandingkan jumlah penduduk Bali yang mencapai sekitar 4,5 juta jiwa.

Menurutnya, Bali masih menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara di Indonesia dengan kontribusi 45,8 persen terhadap total kunjungan wisatawan asing secara nasional. Tingginya aktivitas pariwisata juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah.

Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara tercatat mencapai 1.522 dolar AS per kunjungan. Dengan capaian tersebut, perputaran ekonomi sektor pariwisata Bali sepanjang 2025 diperkirakan mencapai sekitar Rp176 triliun, atau hampir separuh dari total kontribusi sektor pariwisata nasional.

Kinerja positif sektor pariwisata turut menopang pertumbuhan ekonomi Bali yang mencapai 5,82 persen. Di saat yang sama, Bali berhasil mencatat tingkat kemiskinan terendah di Indonesia sebesar 3,42 persen, tingkat pengangguran hanya 1,45 persen, serta pendapatan per kapita masyarakat yang terus mengalami peningkatan.

Namun, Koster mengingatkan bahwa pertumbuhan pariwisata yang tinggi juga membawa konsekuensi yang tidak ringan. Alih fungsi lahan, meningkatnya volume sampah, terganggunya ekosistem, ancaman terhadap ketersediaan air bersih, hingga kemacetan lalu lintas menjadi tantangan yang harus segera diatasi.

“Infrastruktur dan layanan publik kita belum sepenuhnya mampu mengimbangi peningkatan aktivitas. Kemacetan menjadi perhatian utama,” ujar Koster.

Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Program yang diprioritaskan meliputi penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber di tingkat rumah tangga, penyediaan air bersih di wilayah rawan seperti Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Jembrana, pengembangan pembangkit listrik berbahan bakar gas guna memperkuat ketahanan energi, perluasan pertanian organik, serta percepatan pembangunan jaringan jalan untuk meningkatkan konektivitas antardaerah.

Selain itu, Pemprov Bali juga mendorong pengembangan jalur logistik laut melalui lintasan Ketapang–Gilimanuk hingga Karangasem. Skema ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat, terutama saat musim liburan dan hari-hari besar keagamaan yang selama ini menjadi pemicu kemacetan.

Koster menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi faktor kunci untuk menjaga kualitas dan daya saing pariwisata Bali di tengah meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

“Jika kemacetan tidak segera ditangani, Bali berisiko mengalami penurunan kualitas destinasi dan daya saing pariwisata. Karena itu, peningkatan kapasitas infrastruktur harus menjadi prioritas agar pertumbuhan pariwisata tetap berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Koster, keberhasilan pariwisata Bali tidak cukup hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Yang lebih penting adalah memastikan pertumbuhan tersebut berlangsung secara berkelanjutan, didukung infrastruktur yang memadai, lingkungan yang tetap terjaga, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali secara merata. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini