Foto: Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya, menghadiri Acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).
Denpasar, KabarBaliSatu
Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” di Trans Studio Mall, Makassar, Jumat (10/7).
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Sagung Antari didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Gusti Ayu Putu Suwandewi Eddy Mulya.
Rangkaian perayaan diawali dengan pembukaan pameran HUT Ke-46 Dekranas yang ditandai penabuhan Gandrang Pakanjara dan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya perayaan sekaligus penegasan komitmen Dekranas dalam memperkuat industri kerajinan nasional.
Dalam sambutannya, Selvi Gibran Rakabuming menekankan bahwa tantangan industri kerajinan saat ini tidak hanya terletak pada peningkatan jumlah program pembinaan, tetapi juga pada kualitas pendampingan yang mampu menjawab kebutuhan nyata para perajin dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurutnya, selama 46 tahun Dekranas telah menjadi rumah bagi para perajin Indonesia untuk berkembang, berinovasi, dan memperluas akses pasar. Kehadiran lebih dari 3.000 peserta dari berbagai daerah pada peringatan HUT tahun ini menjadi bukti tingginya semangat kolaborasi dalam memajukan industri kerajinan nasional.
“Yang dibutuhkan bukan hanya kuantitas pembinaan, tetapi kualitas pembinaan yang benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi perajin dan memberikan solusi nyata,” tegas Selvi.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri kerajinan yang berbasis kekayaan budaya dan sumber daya alam. Namun, di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat, perkembangan teknologi, serta perubahan tren konsumen, para perajin dituntut terus beradaptasi dan berinovasi.
Produk kerajinan Indonesia, lanjutnya, tidak hanya harus memiliki nilai estetika, tetapi juga kualitas yang unggul, kemasan yang menarik, kapasitas produksi yang memadai, serta mampu mengangkat nilai budaya sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Selvi juga mendorong seluruh jajaran Dekranas dan Dekranasda di daerah agar semakin aktif menjalankan peran sebagai pendamping, pembina, dan fasilitator. Bentuk dukungan tersebut mencakup akses pembiayaan, pelatihan desain dan kemasan, digitalisasi pemasaran, penguatan manajemen usaha, strategi pemasaran global, hingga fasilitasi perizinan ekspor sehingga para perajin mampu meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan terhadap para perajin di Kota Denpasar.
Menurutnya, berbagai program yang selama ini dijalankan Dekranasda Kota Denpasar telah difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan produk kerajinan melalui pelatihan, pendampingan usaha, pengembangan desain, inovasi kemasan, perluasan pemasaran berbasis digital, hingga membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.
Selain itu, Dekranasda Kota Denpasar juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat ekosistem industri kreatif daerah, sehingga para perajin tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menjadi pelaku usaha yang tangguh di tengah dinamika pasar global.
“Dekranasda Kota Denpasar berkomitmen untuk terus mendampingi para perajin agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas, inovatif, berdaya saing, serta mampu menembus pasar nasional maupun internasional. Arahan Ketua Umum Dekranas menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pelaku UMKM dan perajin,” ujar Ny. Sagung Antari Jaya Negara.
Ia optimistis, melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, Dekranas, Dekranasda, dunia usaha, dan para pelaku UMKM, industri kerajinan Indonesia akan semakin berkembang, berkelanjutan, serta mampu mengangkat produk-produk kriya lokal menjadi kebanggaan di pasar dunia.
Momentum HUT Ke-46 Dekranas pun diharapkan menjadi penguat semangat seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong lahirnya karya-karya kriya yang inovatif, bernilai ekonomi tinggi, sekaligus tetap menjaga identitas budaya Indonesia di tengah persaingan global.
Jika diinginkan, saya juga dapat Buatkan versi yang lebih bergaya media nasional seperti Kompas, Detik, atau Tribun, serta Tambahkan kutipan langsung di bagian awal (lead) agar berita terasa lebih kuat. (kbs)

