BerandaDaerahBali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Tuntaskan...

Bali Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Tuntaskan Sampah dari Rumah

Targetkan Bebas Sampah Akhir 2026 dengan kolaborasi Lintas Sektor di Apel Siaga: 10 Desa Adat Terima Penghargaan Lahsamor dari BRIN

Foto: 10 Desa Adat Terima Penghargaan Lahsamor dari BRIN dalam kegiatan Apel Siaga Pilah Sampah yang berpusat di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Selasa (7/7). 

 

Denpasar, KabarBaliSatu

Provinsi Bali resmi menjadi pionir nasional dalam mengawali gerakan pemilahan sampah secara masif. Langkah bersejarah ini diawali melalui gelaran Apel Siaga Pilah Sampah yang berpusat di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Selasa (7/7) sore.

​Acara ini merupakan bagian dari rangkaian agenda besar menjelang ground breaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (8/7).

​Apel siaga ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Gubernur Bali Wayan Koster. Acara ini berhasil menyatukan ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar SD, SMP, SMA, jajaran Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat umum demi memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber.

​Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan agenda krusial demi masa depan lingkungan Bali serta ketahanan pangan daerah. Paradigma lama harus diubah; sampah tidak lagi sekadar dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan wajib diselesaikan sejak dari hulu.

​”Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bali sebagai tuan rumah Apel Siaga Pilah Sampah. Momentum ini sangat tepat karena Bali sedang bergerak secara masif dan konsisten menuju Bali bersih sampah,” ujar Gubernur Koster.

​Ia menambahkan bahwa kelestarian alam Bali sangat bergantung pada cara masyarakat mengelola limbahnya.

​”Kita ingin memastikan sampah selesai di tempat dihasilkannya. Baik di rumah tangga, desa, pasar, hotel, restoran, kawasan pariwisata, rumah ibadah, sekolah maupun perkantoran,” imbuhnya.

​Gerakan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, yang diperkuat oleh Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Koster mengingatkan bahwa memilah sampah bukan sekadar urusan teknis, melainkan sebuah perubahan budaya untuk menjaga kesucian alam Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

​”Sampah organik dapat langsung diolah menjadi pupuk yang menyuburkan tanah pertanian, sedangkan sampah nonorganik dapat didaur ulang sehingga memiliki nilai ekonomi dan tidak mencemari lingkungan,” jelas Koster.

​Di akhir pidatonya, Gubernur Bali dua periode ini mengajak seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait untuk menjadikan aktivitas ini sebagai budaya baru.

​”Melalui Apel Siaga Pilah Sampah ini, mari jadikan pilah sampah sebagai gerakan harian di setiap rumah tangga di Bali. Small actions, global impact,” tegasnya.

​Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Bali. Berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Nasional, Bali sukses menduduki peringkat ketiga terbaik di Indonesia dengan skor 79,89, tepat di bawah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Bahkan, Kabupaten Badung dinobatkan sebagai kabupaten terbaik dalam ketahanan pangan nasional.

​”Bali menjadi provinsi dengan ketahanan pangan terbaik ketiga secara nasional. Bahkan Kabupaten Badung menjadi kabupaten terbaik dalam ketahanan pangan nasional. Ini merupakan hasil kerja keras pemerintah provinsi bersama seluruh kabupaten dan kota di Bali,” puji Hanif.

​Meski demikian, Hanif mengingatkan adanya tantangan besar: Bali menghasilkan sampah hingga 3.500 ton per hari. Ia memuji gerak cepat Pemprov Bali, mulai dari Deklarasi Bali Bebas Sampah (April 2025) hingga Deklarasi Percepatan Pengelolaan Sampah bersama Menteri Lingkungan Hidup (10 Juni 2026).

​”Hari ini kita melangkah lebih jauh lagi melalui Gerakan Pilah Sampah se-Bali. Berdasarkan data kami, Bali merupakan provinsi yang paling masif melakukan aksi pilah sampah di Indonesia, terutama Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” ungkap Hanif.l

​Hanif juga menekankan pentingnya menekan volume sampah yang masuk ke TPA demi menghindari bencana lingkungan, seperti kebakaran hebat akibat gas metana dari sampah organik yang tertimbun.

​“TPA Suwung pernah mengalami kebakaran besar pada 2023 bersamaan dengan TPA di daerah lainnya,” kenang Hanif.

​”Kita tidak ingin kejadian seperti kebakaran TPA Suwung terulang kembali. Bali adalah wajah Indonesia dan destinasi wisata dunia. Karena itu Bali bersih tidak bisa ditawar lagi,” tegasnya.

​Pemerintah pusat menargetkan seluruh kabupaten/kota di Bali sudah harus merampungkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber pada akhir tahun ini.

​”Kami berharap Bali benar-benar mampu menyelesaikan persoalan sampahnya paling lambat Desember 2026. Langkah ini memang berat, tetapi menjadi sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan bersama,” pungkas Hanif.

​Sebagai bentuk apresiasi nyata, acara ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada 10 desa dan desa adat di Bali yang dinilai sukses menjadi motor penggerak pemilahan sampah di sumber.

Apel Siaga Pilah sampah juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada 10 desa dan desa adat di Bali yang telah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah di sumber. Kesepuluh desa dan desa adat itu yaitu Desa Sanur Kauh dan Desa Tegal Kerta Kota Denpasar, Desa Kutuh, Gulingan dan Pelaga Kabupaten Badung, Desa Taro, Desa Adat Cemenggoan, Desa Adat Padang Tegal Kabupaten Gianyar, Desa Bengkel Kabupaten Tabanan dan Desa Bakti Seraga Kabupaten Buleleng

Selain piagam penghargaan, kesepuluh desa ini juga menerima bantuan alat pengolah sampah organik skala rumah tangga bernama Lahsamor (Pengolah Sampah Organik), yang merupakan inovasi hasil pengembangan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

​Acara Apel Siaga Pilah Sampah ini juga turut dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini