BerandaDaerahDisdikpora Bali Pastikan SPMB 2026 Berjalan Objektif, Transparan, dan Berkeadilan

Disdikpora Bali Pastikan SPMB 2026 Berjalan Objektif, Transparan, dan Berkeadilan

SMA Negeri Favorit Diserbu Pendaftar, Sekolah di Wilayah Pinggiran Masih Kekurangan Murid

Foto: Ilustrasi SPMB 2026 di Bali.

Denpasar, KabarBaliSatu

Minat calon murid untuk melanjutkan pendidikan di SMA negeri di Bali masih terkonsentrasi pada sekolah-sekolah favorit di kawasan perkotaan. Sementara itu, sejumlah SMA negeri di wilayah pinggiran justru sepi peminat. Bahkan, hingga penutupan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap II, ada sekolah yang belum menerima satu pun pendaftar melalui jalur domisili.

Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, mengatakan saat ini seluruh data pendaftar sedang memasuki proses verifikasi dan validasi sebelum hasil seleksi diumumkan pada 9 Juli 2026.

“Proses verifikasi dan validasi dilakukan untuk memastikan seluruh calon murid yang lolos benar-benar memenuhi persyaratan sesuai jalur pendaftaran,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Data sementara Disdikpora Bali menunjukkan kesenjangan minat antarsekolah masih cukup tinggi. Pada jalur domisili, SMA Negeri 1 Marga belum memperoleh satu pun pendaftar dari kuota 130 siswa. Kondisi serupa juga terjadi di SMAN Satu Atap Klumpu yang belum memiliki pendaftar untuk kuota 22 siswa.

Beberapa sekolah lainnya juga mencatat jumlah pendaftar yang masih sangat minim. SMA Negeri 1 Payangan baru menerima enam pendaftar dari kuota 108 siswa, SMA Negeri 3 Mengwi tujuh pendaftar dari kuota 65 siswa, sedangkan SMAN Satu Atap Nusa Penida hanya memperoleh tiga pendaftar dari kuota 65 siswa.

Di sisi lain, sekolah-sekolah favorit kembali menjadi tujuan utama calon murid. Pada jalur domisili, SMA Negeri 7 Denpasar mencatat jumlah pendaftar terbanyak dengan 328 orang untuk kuota 86 siswa. Disusul SMA Negeri 4 Denpasar dengan 317 pendaftar, SMA Negeri 2 Denpasar sebanyak 316 pendaftar, SMA Negeri 2 Abiansemal dengan 217 pendaftar, serta SMA Negeri 1 Abang yang diminati 189 calon murid.

Jika dihitung dari seluruh jalur penerimaan, SMA Negeri 2 Denpasar menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak di Bali, mencapai 1.183 calon murid. Posisi berikutnya ditempati SMA Negeri 7 Denpasar dengan 973 pendaftar, disusul SMA Negeri 4 Denpasar yang menerima 946 pendaftar.

Pada jenjang SMK, persaingan juga terpusat di sekolah-sekolah unggulan. SMK Negeri 4 Denpasar menjadi yang paling diminati dengan 866 pendaftar, diikuti SMK Negeri 5 Denpasar sebanyak 834 pendaftar, serta SMK Negeri 3 Denpasar dengan 556 pendaftar.

Agus Kariasa menegaskan seluruh tahapan seleksi SPMB dilaksanakan sesuai ketentuan dengan mengedepankan prinsip objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Menurutnya, data sementara tersebut memperlihatkan bahwa persebaran minat calon murid di Bali masih belum merata. Lokasi sekolah, kemudahan akses, reputasi, hingga persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pilihan calon peserta didik dalam menentukan tempat melanjutkan pendidikan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini