Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer.
Jakarta, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, mendorong Perum Perumnas untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam menyusun perencanaan strategis guna menghadirkan skema bisnis yang lebih efektif, berkelanjutan, sekaligus mampu meningkatkan nilai ekonomi aset negara.
Dorongan tersebut disampaikan Demer saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Perum Perumnas yang membahas evaluasi kinerja korporasi tahun 2025, rencana kerja, roadmap perusahaan tahun 2026, serta sejumlah agenda strategis lainnya.
Dalam rapat tersebut, Demer menilai Perumnas perlu belajar dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan proyek-proyek infrastruktur nasional. Menurutnya, pembangunan kawasan di sekitar infrastruktur strategis dapat menjadi sumber pendapatan besar apabila dikelola secara optimal oleh Perumnas.
Sebagai contoh, Demer menyinggung proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Woosh. Menurutnya, potensi kenaikan nilai lahan di sekitar kawasan TOD justru lebih banyak dinikmati pihak lain.
“Saya mengomentari juga kemarin kereta api Woosh Bandung-Jakarta. TOD-nya justru didapat pihak lain, seperti Summarecon. Padahal dari tiga kawasan saja, nilai kenaikan harga tanahnya bisa mencapai sekitar Rp60 triliun. Artinya, setengah dari biaya pembangunan Woosh sebenarnya bisa tertutupi dari bisnis propertinya,” ujar Demer.
Ia menilai model bisnis seperti itu seharusnya dapat dimanfaatkan Perumnas dengan dukungan pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian. Menurutnya, akses terhadap informasi dan perencanaan pembangunan infrastruktur akan memberikan peluang besar bagi Perumnas untuk mengembangkan kawasan hunian sekaligus memperoleh nilai tambah dari kenaikan harga lahan.
Demer mengatakan, setiap pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, maupun jalur kereta api selalu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjadi incaran masyarakat dan investor. Karena itu, Perumnas harus hadir lebih awal dalam proses perencanaannya.
“Nah ini harus segera dilaksanakan. Sebelum tahap perencanaan selesai, Perumnas harus berkoordinasi lebih jauh dengan kementerian terkait. Karena Perumnas jauh lebih mudah mengakses program-program pemerintah dibandingkan swasta,” katanya.
Menurut Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali tersebut, apabila Perumnas memperoleh akses terhadap lahan-lahan strategis di sekitar pintu keluar tol, stasiun, maupun kawasan infrastruktur lainnya, maka perusahaan akan memiliki peluang bisnis yang sangat menjanjikan.
“Saya melihat hampir semua koridor keluaran jalan tol dan infrastruktur lainnya mengalami kenaikan harga tanah yang luar biasa, bahkan bisa meningkat sampai 10 kali lipat. Kalau Perumnas sudah memiliki lahan di sana, tentu bisa berbisnis dengan baik, produknya pasti laku, nilai asetnya juga terus meningkat,” ungkap wakil rakyat berlatar belakang pengusaha sukses dan mantan Ketua Umum Kadin Bali itu.
Lebih jauh, Demer menegaskan bahwa strategi tersebut tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat berpenghasilan rendah akan memperoleh akses terhadap perumahan yang lebih baik karena dibangun di kawasan yang telah didukung infrastruktur memadai.
“Yang paling penting, masyarakat kelas bawah juga mendapatkan akses terbaik untuk memiliki rumah. Ini sejalan dengan program Presiden Prabowo yang menempatkan pangan, sandang, dan papan sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Nah, urusan papan inilah yang menjadi tugas utama Perumnas,” ujarnya.
Demer juga mendorong Perumnas untuk memanfaatkan lahan-lahan idle yang dikelola Danantara melalui sinergi dengan kementerian terkait. Menurutnya, optimalisasi aset negara tersebut akan memperkuat kinerja Perumnas sekaligus mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.
“Saya yakin kalau koordinasi dengan kementerian bisa dilakukan, kemudian lahan-lahan idle milik Danantara dapat dimanfaatkan dengan pola seperti ini, maka kinerja Perumnas akan jauh lebih baik,” tegas wakil rakyat yang sudah lima periode mengabdi di DPR RI memperjuangkan kepentingan Bali itu.
Melalui strategi tersebut, Demer berharap Perumnas tidak hanya meningkatkan kinerja korporasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan kawasan hunian terintegrasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perumahan yang layak dan terjangkau. (kbs)

