BerandaDaerahKONI Bali Petakan Atlet Bela Diri Berprestasi untuk Porprov 2027 dan BK...

KONI Bali Petakan Atlet Bela Diri Berprestasi untuk Porprov 2027 dan BK PON

Foto: Ketua Binpres KONI Bali, Anak Agung Tri Chandra Arka. 

Denpasar, KabarBaliSatu

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali mulai melakukan pemetaan atlet-atlet berprestasi dari delapan cabang olahraga (cabor) bela diri sebagai langkah awal menyiapkan kekuatan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 dan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON).

Pendataan tersebut dilakukan melalui serangkaian rapat yang melibatkan pengurus cabang olahraga, pelatih, serta bidang pembinaan prestasi (Binpres) masing-masing cabor. Fokus utama kegiatan ini adalah mengidentifikasi atlet-atlet potensial hasil Porprov Bali 2025 yang masih dapat dipertahankan dan dikembangkan untuk menghadapi ajang olahraga yang lebih tinggi.

Ketua Binpres KONI Bali, Anak Agung Tri Chandra Arka, menjelaskan bahwa proses inventarisasi data atlet menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan.

“Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui dan menginventarisasi atlet-atlet berprestasi. Kami ingin memastikan atlet yang tampil pada Porprov Bali 2025 tidak hanya berprestasi di satu ajang, tetapi juga mampu bertahan dan bersaing pada Porprov 2027 serta dipersiapkan menuju BK PON,” ujar Agung Chandra, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, pemetaan sejak dini akan memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masing-masing pengurus provinsi dan bidang pembinaan prestasi cabang olahraga mengenai atlet-atlet yang layak diproyeksikan dalam program pembinaan jangka menengah.

“Dengan data yang jelas, proses pembinaan dapat dilakukan lebih terarah. Atlet-atlet potensial sudah bisa dipersiapkan sejak hasil Porprov 2025 sehingga target prestasi ke depan lebih mudah dicapai,” tambahnya.

Adapun delapan cabang olahraga bela diri yang masuk dalam proses pendataan meliputi karate, tarung derajat, pencak silat, judo, taekwondo, ju-jitsu, sambo, dan shorinji kempo. Langkah ini menjadi bagian dari strategi KONI Bali untuk menjaga regenerasi dan kesinambungan prestasi atlet daerah.

Sejauh ini, KONI Bali telah menerima data atlet dari lima cabang olahraga. Sementara itu, satu cabor belum memiliki atlet yang masuk dalam proyeksi pembinaan, sedangkan dua cabor lainnya masih menunggu hasil Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026 sebelum menyerahkan data atlet potensial.

“Lima cabor sudah menyampaikan data. Ada satu cabor yang belum memiliki atlet dalam proyeksi, dan dua cabor lainnya masih menunggu hasil Porjar Bali sebelum finalisasi data,” jelasnya.

Melalui pemetaan ini, KONI Bali berharap pembinaan atlet berprestasi dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan persiapan yang matang sejak dini, Bali diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet tangguh yang siap bersaing di tingkat nasional, baik pada BK PON maupun PON mendatang. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini