BerandaDaerahJelang Galungan dan Kuningan, Pemprov Bali Gelar Pasar Tani dan Pangan Murah...

Jelang Galungan dan Kuningan, Pemprov Bali Gelar Pasar Tani dan Pangan Murah untuk Jaga Harga Tetap Stabil

Foto: Ilustrasi kegiatan pasar pangan murah.

Denpasar, KabarBaliSatu

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Provinsi Bali memperkuat langkah pengendalian harga pangan dengan menggelar Pasar Tani dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WITA ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus menekan laju inflasi yang berpotensi meningkat seiring melonjaknya permintaan masyarakat menjelang hari raya.

Melalui kegiatan tersebut, petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), pelaku usaha pangan, hingga pengolah hasil pertanian akan dipertemukan secara langsung dengan masyarakat. Skema ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi sehingga harga yang diterima konsumen lebih terjangkau, sementara petani memperoleh nilai jual yang lebih baik.

Berbagai komoditas pangan akan tersedia, mulai dari beras, cabai, bawang merah, bawang putih, sayuran, buah-buahan, telur, daging ayam, produk peternakan, hingga aneka pangan olahan lokal khas Bali.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, mengatakan Pasar Tani dan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama perayaan Galungan dan Kuningan.

“Melalui Pasar Tani dan Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin mempertemukan langsung produsen dan konsumen sehingga petani memperoleh nilai jual yang lebih baik, sementara masyarakat dapat membeli kebutuhan pangan dengan harga yang wajar. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi daerah,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Stok Pangan Dipastikan Aman

Selain menggelar pasar murah, Pemprov Bali memastikan ketersediaan pangan strategis dan hewan ternak masih dalam kondisi aman. Berdasarkan hasil pemantauan di seluruh kabupaten dan kota, stok berbagai komoditas utama seperti beras, cabai, bawang merah, bawang putih, daging, telur, serta sayuran masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sunada menegaskan, produksi sektor pertanian dan peternakan Bali saat ini masih mampu menopang kebutuhan daerah. Kondisi tersebut diperkuat oleh koordinasi lintas sektor yang terus dilakukan guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar hingga ke tingkat konsumen.

“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kami memastikan ketersediaan pangan dalam kondisi aman. Produksi pertanian dan peternakan di Bali masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, didukung oleh koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelancaran distribusi,” katanya.

Untuk mengantisipasi gejolak harga, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali juga terus melakukan pemantauan harga dan pasokan secara berkala, baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi lebih dini potensi kenaikan harga sekaligus memastikan distribusi pangan tetap terkendali.

Disperindag Perketat Pengawasan

Upaya pengendalian inflasi juga diperkuat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali. Kepala Disperindag Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, menjelaskan bahwa pemantauan harga dan stok kebutuhan pokok dilakukan setiap hari melalui pengawasan di pasar rakyat, pasar tradisional, distributor, hingga pusat perdagangan.

Pengawasan tersebut melibatkan tim terpadu yang terdiri dari Polda Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Tak hanya memantau harga, Disperindag juga melakukan verifikasi stok di tingkat distributor, agen, gudang, hingga pasar guna memastikan pasokan tetap aman selama periode Galungan dan Kuningan. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan Polda Bali, Bulog, dan berbagai lembaga terkait untuk mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga.

Sebagai bagian dari langkah stabilisasi harga, Disperindag Bali juga akan menggelar pasar murah di Kesiman Petilan, Denpasar, pada 9 Juni 2026 dan di Desa Tulikup, Gianyar, pada 23 Juni 2026.

Menurut Wiryanata, sejumlah komoditas menjadi fokus utama pengawasan karena berpotensi memicu inflasi saat hari raya, di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, daging ayam ras, daging babi, serta berbagai kebutuhan upacara keagamaan.

Perlengkapan Upacara Mulai Naik

Di sisi lain, aktivitas perdagangan perlengkapan upacara juga mulai menunjukkan peningkatan. Sejumlah pedagang mengaku permintaan masyarakat terus bertambah seiring semakin dekatnya perayaan Galungan.

Ni Wayan Susanti (54), pedagang sampian di Jalan Raya Kapal, Mengwi, Badung, mengatakan harga sampian yang dijualnya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp75.000 per buah, tergantung ukuran dan model.

Sementara itu, Wayan Risma (60), pedagang penjor, menawarkan penjor dengan harga mulai Rp30.000 hingga Rp750.000. Harga ditentukan berdasarkan ukuran, tingkat kerumitan, dan desain yang dipesan konsumen.

Keduanya mengakui terjadi kenaikan harga perlengkapan upacara dibandingkan hari biasa. Namun kenaikan tersebut masih tergolong wajar.

“Ada kenaikan sekitar Rp5.000 sampai Rp10.000,” ujar Risma.

Dengan kondisi produksi pertanian yang tetap baik, ketersediaan stok pangan yang memadai, pengawasan distribusi yang semakin ketat, serta berbagai program stabilisasi harga yang dijalankan pemerintah, kebutuhan masyarakat Bali selama perayaan Galungan dan Kuningan diyakini dapat terpenuhi dengan baik tanpa menimbulkan gejolak harga yang signifikan. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini