Foto: Ketua Panitia Soekarno Cup III, I Wayan Adi Arnawa saat menegaskan tentang Soekarno Cup III 2026 di konferensi pers di Stadion Ngurah Rai, Senin, 25 Mei 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Soekarno Cup III 2026 hadir dengan semangat yang lebih besar dari sekadar kompetisi sepak bola. Turnamen yang diinisiasi PDI Perjuangan ini diproyeksikan menjadi motor penggerak pembinaan olahraga akar rumput sekaligus penguatan ekonomi masyarakat desa di Bali.
Ketua Panitia Soekarno Cup III, I Wayan Adi Arnawa menegaskan, ajang tersebut dibangun di atas tiga fokus utama, yakni pembinaan atlet usia dini, pemberdayaan UMKM desa, serta pencarian talenta muda berbakat untuk diproyeksikan ke level nasional.
“Turnamen ini bukan hanya soal pertandingan sepak bola. Kami ingin menghadirkan ruang yang mampu memotivasi pemerintah, masyarakat, dan generasi muda agar bersama-sama membangun sepak bola lokal yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Adi Arnawa saat konferensi pers di Stadion Ngurah Rai, Senin, 25 Mei 2026.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Badung juga menunjukkan komitmen serius dalam mendukung pengembangan sepak bola usia muda. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah mendorong pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) kelompok umur di setiap desa dengan dukungan anggaran daerah melalui APBD.
Program tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan bibit-bibit atlet potensial, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan pelaku UMKM desa selama pelaksanaan turnamen berlangsung.
“Sepak bola memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar. Ketika turnamen berjalan, UMKM desa ikut bergerak, masyarakat terlibat, dan anak-anak muda memiliki ruang untuk berkembang,” katanya.
Soekarno Cup III juga diposisikan sebagai ajang talent scouting strategis bagi sepak bola Bali. Tim pemantau bakat akan melakukan seleksi pemain terbaik dari sembilan kabupaten/kota di Bali untuk dipersiapkan memperkuat kontingen Pulau Dewata pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Tak tanggung-tanggung, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp117 juta, termasuk beasiswa bagi atlet berprestasi. Para juara nantinya tidak hanya membawa pulang trofi, tetapi juga mendapat kesempatan tampil di Liga Soekarno yang akan digelar di Surabaya.
Adi Arnawa optimistis wakil Bali mampu berbicara banyak di tingkat nasional dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi daerah.
“Kami yakin Bali memiliki talenta sepak bola yang luar biasa. Dengan pembinaan yang serius dan kompetisi yang sehat, peluang menjadi juara nasional sangat terbuka,” tegasnya.
Ia pun menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan memperkuat sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, klub, pelatih, hingga masyarakat.
Dengan konsep pembinaan berjenjang dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Soekarno Cup III 2026 dinilai menjadi model kompetisi modern yang memadukan olahraga, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu ekosistem yang saling terhubung. (kbs)

