BerandaDaerahPengurus Baru Patra Arya Kuthawaringin Dikukuhkan, Bupati Satria Tekankan Soliditas Pasemetonan

Pengurus Baru Patra Arya Kuthawaringin Dikukuhkan, Bupati Satria Tekankan Soliditas Pasemetonan

Foto: Bupati Klungkung, I Made Satria saat menghadiri Upacara Pengukuhan Pengurus Ageng Pasemetonan Ageng Trah Arya Kuthawaringin (Patra Arya Kuthawaringin) Masa Bhakti 2025–2030 di Bale Paseban Jeroan Gede Bindu, Abiansemal, Badung, Sabtu (9/5/2026).

Klungkung, KabarBaliSatu

Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, semangat menjaga akar tradisi dan persaudaraan keluarga besar Bali tetap menyala kuat. Hal itu terlihat dalam Upacara Pengukuhan Pengurus Ageng Pasemetonan Ageng Trah Arya Kuthawaringin (Patra Arya Kuthawaringin) Masa Bhakti 2025–2030 yang digelar di Bale Paseban Jeroan Gede Bindu, Abiansemal, Badung, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung Bupati Klungkung, I Made Satria, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian nilai-nilai pasemetonan, budaya, dan tradisi Bali yang diwariskan lintas generasi.

Pengukuhan kepengurusan baru ini menjadi momentum penting bagi Pasemetonan Ageng Trah Arya Kuthawaringin dalam memperkuat organisasi sekaligus meneguhkan arah pengabdian selama lima tahun ke depan. Suasana sakral dan penuh kekeluargaan terasa kuat sepanjang prosesi yang dipusatkan di Desa Adat Bindu, Mekar Bhuwana.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru. Ia berharap para pengurus yang telah dikukuhkan mampu menjalankan amanah dengan semangat “Ksatria Satya Kesama Mahottama”, sekaligus menjaga soliditas pasemetonan di tengah dinamika zaman.

“Semoga dengan pengukuhan ini, Pasemetonan Ageng Trah Arya Kuthawaringin semakin solid dan terus memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi internal keluarga besar trah, tetapi juga bagi masyarakat luas dan pembangunan daerah di Bali,” ujar Bupati Satria.

Sejumlah tokoh masyarakat serta krama trah dari berbagai daerah di Bali turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan yang menjadi fondasi utama pasemetonan Bali hingga saat ini.

Melalui kepengurusan Masa Bhakti 2025–2030, organisasi diharapkan mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan anggota, mempererat tali silaturahmi antar-pasemetonan, sekaligus menjaga warisan nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini