Foto: Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra saat melepas dua warga yang akan berangkat bekerja ke luar negeri di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (27/4/2026).
Klungkung, KabarBaliSatu
Nuansa haru dan kebanggaan menyelimuti ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (27/4/2026), saat Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra melepas dua warganya yang akan berangkat bekerja ke luar negeri.
Keberangkatan ini menjadi bagian dari program unggulan Pemkab Klungkung bertajuk “Berikan Kail Bukan Ikan”, sebuah inisiatif yang menitikberatkan pada pemberdayaan keterampilan dan kemandirian ekonomi, khususnya bagi warga dari keluarga kurang mampu.
Dua peserta, Ni Wayan Murningsih dan Ni Luh Suyeni Purnawati Dewi asal Dusun Karangsari, Desa Suana, Kecamatan Dawan, dijadwalkan berangkat pada Selasa (28/4). Keduanya telah melalui pelatihan intensif yang difasilitasi dinas tenaga kerja, sebelum akhirnya dinyatakan lolos seleksi kerja di Turki.
Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mencakup pembiayaan pengurusan dokumen hingga perlindungan bagi pekerja migran. Pemerintah daerah menegaskan, pendekatan yang diambil bukan lagi bantuan sesaat, melainkan investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia.
“Dukungan pemerintah tidak lagi sekadar memberi ‘ikan’, tetapi ‘kail’. Kita ingin masyarakat memiliki keahlian, akses, dan pendampingan agar mampu mandiri, baik di luar negeri maupun saat kembali ke daerah,” ujar Bupati Satria.
Ia berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin dengan kesiapan mental dan semangat tinggi. Pesan serupa juga disampaikan Wakil Bupati yang menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan menjaga kesehatan selama bekerja di luar negeri.
Bagi peserta, program ini menjadi titik balik. Ni Luh Suyeni Purnawati Dewi mengaku sempat mengubur mimpi bekerja ke luar negeri karena keterbatasan biaya. Namun melalui program ini, jalan tersebut terbuka.
“Dulu saya pikir mustahil. Sekarang saya berangkat bukan untuk menjadi beban, tetapi untuk mandiri dan mengangkat derajat keluarga,” ungkapnya.
Program “Berikan Kail Bukan Ikan” diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan melalui pemberdayaan yang berfokus pada peningkatan kualitas manusia. (kbs)

