Foto: Suasana Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Banjar Taman Sari, Kota Denpasar, pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Denpasar, KabarBaliSatu
Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih (GSL) yang akrab disapa Demer, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di Banjar Taman Sari, Kota Denpasar, pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Kegiatan yang mengusung tema “Melalui Penguatan UMKM untuk Memperkokoh Empat Pilar Kebangsaan” ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan penguatan ideologi kebangsaan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat. Selain menyampaikan materi kebangsaan, kegiatan ini juga membekali masyarakat dengan pemahaman praktis terkait digital marketing sebagai upaya mendorong UMKM agar lebih adaptif dan berdaya saing di era ekonomi digital.
Dalam sosialisasinya, Demer yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali menjelaskan secara komprehensif Empat Pilar Kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara beserta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
Demer menegaskan bahwa pendidikan memegang peran krusial dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya dalam menanamkan kesadaran kebangsaan kepada generasi penerus.
“Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Melalui pendidikan, kita dapat memperkenalkan dan membentuk kesadaran terhadap 4 Pilar Kebangsaan pada generasi penerus. Harapan kita semua adalah agar keempat pilar tersebut dapat menjadi dasar yang kuat bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan,” ujar Demer.
Ia menambahkan bahwa implementasi Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi prioritas bagi setiap warga negara Indonesia.
“Harapannya, dengan memahami dan menerapkan 4 Pilar Kebangsaan secara benar, bangsa Indonesia akan semakin kuat, menjunjung tinggi persatuan, dan semakin maju dalam kancah global,” lanjutnya.
Menurut Demer, nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan Empat Pilar Kebangsaan. Keempat pilar tersebut, kata dia, berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Di sisi lain, Demer juga menyoroti peran strategis UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Ia menilai, di tengah dinamika ekonomi global, UMKM Indonesia tampil sebagai penggerak ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Di tengah dinamika ekonomi global, UMKM Indonesia tampil sebagai penggerak yang tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan cakupan yang luas, pelaku usaha ini tumbuh di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, manufaktur rumahan, hingga digital,” jelasnya.
Demer menekankan bahwa transformasi digital menjadi kunci utama bagi UMKM untuk berkembang. Pemanfaatan platform e-commerce, pemasaran melalui media sosial, hingga sistem pembayaran digital membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar tanpa harus membuka cabang fisik. Ia juga menyoroti meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membeli produk lokal, yang menjadi peluang besar bagi UMKM dengan produk khas daerah.
Namun demikian, Demer mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen di ruang digital. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pengembangan usaha, mengingat pasar digital tidak terbatas pada lingkup lokal, melainkan menjangkau pasar global.
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan ini juga menghadirkan praktisi digital marketing, Leo Agung Puri Bowo Laksono, sebagai narasumber dalam sesi penguatan UMKM. Dalam paparannya, Leo menjelaskan bahwa digitalisasi memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan UMKM dan usaha mikro.
“Digitalisasi memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan UMKM dan usaha mikro, mulai dari memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, mempermudah transaksi, hingga memperkuat branding,” ujarnya.
Ia mengakui masih terdapat tantangan, seperti keterbatasan literasi digital dan infrastruktur. Namun, menurutnya, peluang yang ditawarkan digitalisasi jauh lebih besar jika diimbangi dengan strategi yang tepat, dukungan pemerintah, serta keberanian pelaku usaha untuk beradaptasi. Leo juga menekankan bahwa banyak platform dan aplikasi gratis yang dapat dimanfaatkan UMKM sebagai langkah awal transformasi digital.
Melalui kegiatan ini, Demer berharap penguatan Empat Pilar Kebangsaan dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Sinergi antara ideologi kebangsaan dan UMKM yang tangguh serta digital diyakini menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang kuat, bersatu, dan mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045. (kbs)

