Foto: Peluncuran dua unit ambulans oleh Advokat A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra S.H.,M.H.,M.Kn.,(Gus Adhi) melalui AMP Law Firm, pada Sabtu, 22 November 2025, di kediaman Gus Adhi, di Jero Kawan, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali.
Badung, KabarBaliSatu
Advokat A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra S.H.,M.H.,M.Kn., yang akrab disapa Gus Adhi, melalui AMP Law Firm menghadirkan layanan sosial kemanusiaan dengan mendonasikan dua unit mobil ambulans, masing-masing satu ambulans jenazah dan satu ambulans kesehatan. Bantuan tersebut dipersiapkan untuk memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat sebagai wujud panggilan jiwa seorang advokat.
Sebagai advokat yang setiap hari bergulat dengan persoalan hukum, Gus Adhi menegaskan bahwa profesi mulia ini atau officium nobile harus disertai kepekaan sosial. Karena itu, ia tidak hanya berfokus pada penyelesaian kasus hukum, tetapi juga ingin membantu mengatasi persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat.
Peluncuran dua unit ambulans ini disaksikan langsung oleh Ketua Presidium Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kongres Advokat Indonesia (KAI), Adv. Dr. KP. H. Heru S. Notonegoro, S.H., M.H., CIL., CRA., beserta jajaran pengurus pada Sabtu, 22 November 2025, di kediaman Gus Adhi, di Jero Kawan, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali.
Ketua Umum DPP KAI menyampaikan bahwa melalui AMP Law Firm, Gus Adhi telah menghadirkan terobosan penting bagi organisasi. Dua ambulans tersebut menjadikan KAI sebagai satu-satunya organisasi advokat di Indonesia, bahkan di dunia, yang memiliki dan mengoperasikan ambulans untuk pelayanan sosial masyarakat.
Gus Adhi dinilai memiliki kebesaran hati untuk berbagi, mengingat seluruh biaya operasional ambulans ditanggung secara pribadi dan layanan ini diberikan sepenuhnya gratis.
Terkait alasan di balik aksi sosial tersebut, Gua Adhi yang merupakan Pendiri AMP Law Firm itu menjelaskan bahwa sebagai advokat, ia tidak bisa melepaskan diri dari tanggung jawab sosial.
“Esensi kita sebagai insan sosial tidak bisa lepas dari kegiatan-kegiatan sosial. Apa pun bentuknya, kita saling membutuhkan dan harus saling memberi manfaat,” ujar sosok tokoh Bali yang juga mantan Anggota DPR RI Dapil Bali dua periode itu.
Ia menambahkan bahwa keterlibatannya di KAI turut mendorongnya untuk menghadirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, peran KAI harus semakin dibumikan agar manfaatnya dapat dirasakan publik secara lebih luas.
Salah satu kebutuhan mendesak yang ia soroti adalah layanan ambulans. Kebutuhan masyarakat dinilai sangat tinggi, sementara biaya sewa ambulans kerap tidak terjangkau.
“Kita kasihan melihat masyarakat yang kurang mampu, yang sedang berduka, tetapi harus mengeluarkan biaya jutaan rupiah hanya untuk ambulans. Di sinilah peran kita. Tuhan sudah memberi rezeki, saatnya kita membaktikan,” kata Gus Adhi.
Ia menegaskan bahwa jika perusahaan memiliki CSR, maka dirinya memilih hadir langsung memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan ambulans gratis.
Selain ambulans, Gus Adhi juga sedang mempersiapkan program pelayanan hukum pro bono yang ditargetkan mulai berjalan pada Februari mendatang. Program tersebut diproyeksikan menjadi instrumen penting dalam memperkuat pengawalan penegakan hukum di Indonesia.
“Mudah-mudahan di bulan Februari pelayanan hukum pro bono ini bisa berjalan. Ini penting agar penegakan hukum di negara yang kita cintai ini bisa lebih terkawal,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa literasi dan edukasi hukum sangat dibutuhkan masyarakat. Semakin banyak publik memahami hak-haknya, maka pengawalan terhadap keadilan akan semakin kuat.
“Itu sebenarnya tujuannya. Harapan kami di KAI seperti itu. Jika kontrol publik meningkat, penegakan hukum akan semakin mantap,” tutupnya.
Ketua Presidium DPP KAI, Adv. Dr. KP. H. Heru S. Notonegoro, kembali menegaskan bahwa KAI merupakan organisasi advokat pertama dan satu-satunya yang menghadirkan layanan ambulans. Ia menyebut langkah ini terwujud melalui kerja sama antara KAI dan AMP Law Firm.
Menurut Heru, advokat KAI tidak boleh menjadi “menara gading” yang sulit dijangkau masyarakat. Sebaliknya, advokat harus hadir dan memberikan bantuan, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses keadilan. Akses tersebut, katanya, harus diperjuangkan oleh setiap advokat KAI.
Ia juga menekankan pentingnya kehadiran KAI dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial, termasuk keadaan darurat. Program “KAI Peduli, KAI Berbagi” melalui layanan Ambulans KAI disebut sebagai wujud nyata kontribusi tersebut.
Heru menyampaikan apresiasinya kepada AMP Law Firm dan meyakini bahwa mereka yang mau berbagi akan selalu diberkahi kelimpahan rezeki.
“Saya yakin betul, orang yang berlebih dalam hati nanti akan berlebih juga dalam rezeki,” pungkasnya.
Presidium DPP KAI, Pheo M. Hutabarat, menilai bahwa inisiatif penyediaan ambulans oleh AMP Law Firm merupakan contoh baik bagi organisasi advokat di Indonesia. Menurutnya, organisasi advokat tidak hanya bergerak dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga harus peduli terhadap persoalan kemanusiaan.
“Bisa jadi ini contoh bagus bagi organisasi advokat yang tidak hanya bergerak dalam konteks penegakan hukum, tapi juga peduli kemanusiaan. Persoalan sosial itu sering berujung pada persoalan hukum,” ujarnya.
Pheo menambahkan bahwa dirinya sudah lama mengenal Gus Adhi, namun apa yang ia saksikan hari ini menunjukkan komitmen yang jauh lebih besar.
“Saya mengenal beliau sebagai sahabat. Tapi hari ini saya benar-benar melihat bukan hanya perkataan, tapi perbuatannya,” katanya.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan bahwa Gus Adhi memiliki tekad sebesar itu untuk menghadirkan layanan ambulans gratis. “Saya tidak pernah terpikir bahwa beliau punya komitmen membantu masyarakat sebesar ini, di luar profesinya sebagai advokat,” ungkapnya.
Menurut Pheo, penyediaan unit ambulans dan peralatan medis bukan hanya soal biaya, tetapi juga komitmen jangka panjang.
“Menyediakan mobil dan peralatan kedokteran yang mahal saja sudah berat, apalagi menjalankan operasional ambulans. Itu bukan hal mudah, itu komitmen seumur hidup,” tegasnya.
Ia menilai langkah Gus Adhi menjadi pelajaran bagi advokat lain. “Saya belajar dari cara berpikir Bali yang saya lihat pada sahabat saya ini, bahwa seorang advokat profesional juga harus dekat dengan masyarakat,” katanya.
Pheo berharap langkah ini dapat menginspirasi advokat di seluruh Indonesia. “Biasanya advokat itu maunya tampil hebat sendiri. Tapi sahabat saya ini justru menunjukkan teladan yang sangat baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dedikasi Gus Adhi layak menjadi panutan. “Apa yang dilakukan Gus Adhi ini menjadi contoh bagi kita semua, terutama para advokat senior di Indonesia,” pungkasnya.
Ketua DPD KAI Bali, Dr. Anak Agung Kompiang Gede, S.H., M.H., menyampaikan bahwa hadirnya ambulans KAI membuka harapan baru untuk pengembangan pelayanan serupa di masa mendatang. Ia menilai kebutuhan layanan sosial seperti ini masih sangat tinggi, sehingga penambahan unit ambulans perlu dipertimbangkan.
“Harapan kita, seperti yang kita lihat hari ini, tentu ke depan perlu ada penambahan,” ujarnya.
Ia optimistis bahwa dukungan dari anggota dan pengurus DPD KAI Bali akan membuat penambahan ini dapat terwujud. “Astungkara, ke depannya pasti ada kontribusi dari rekan-rekan kita, termasuk dari pengurus DPD KAI Bali,” tambahnya.
Menurutnya, kehadiran ambulans ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama mereka yang benar-benar membutuhkan. “Biaya operasional ambulans itu sangat tinggi. Tidak semua masyarakat mampu menanggungnya,” katanya.
Karena itu, layanan gratis ini dipandang sebagai kontribusi nyata KAI terhadap kebutuhan sosial masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi kebanggaan bagi Bali, mengingat program Ambulans KAI merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. “Tadi kita sudah dengar bersama dari DPP KAI bahwa program ini dimulai dari Bali, karena inilah satu-satunya yang ada di Indonesia,” tegasnya. (kbs)

