BerandaDaerahKKN Unmas Denpasar Hadirkan Tong Edan, Dorong Budaya Pilah Sampah dari Sumbernya

KKN Unmas Denpasar Hadirkan Tong Edan, Dorong Budaya Pilah Sampah dari Sumbernya

Foto: Mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Gianyar, KabarBaliSatu

Mahasiswa Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menunjukkan kiprah nyata di tengah masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Selama hampir satu bulan, sejak 18 Maret hingga 11 April 2026, sebanyak 21 mahasiswa lintas program studi terjun langsung menggerakkan berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat dan perbaikan kualitas lingkungan.

Sorotan utama kegiatan ini adalah program inovatif bertajuk “Optimalisasi Tong Edan sebagai Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat.” Program ini lahir dari persoalan klasik yang masih dihadapi desa: pengelolaan sampah yang belum optimal.

Melalui pendekatan kreatif, mahasiswa menghadirkan solusi sederhana namun berdampak—Tong Edan. Lima unit tempat sampah berdesain edukatif ditempatkan di titik strategis, tepatnya di lima balai banjar. Tidak sekadar wadah sampah, Tong Edan dilengkapi label pemilahan organik dan anorganik, sekaligus menjadi media edukasi visual bagi warga untuk mulai membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.

Program ini tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Mahasiswa juga menggelar sosialisasi langsung kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, pada 22 Maret 2026. Edukasi ini menekankan pentingnya pemilahan sampah serta dampaknya terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Untuk memastikan keberlanjutan, monitoring rutin dilakukan setiap pekan, disertai evaluasi melalui observasi dan wawancara warga.

Kegiatan ini mendapat pendampingan dari dosen pembimbing lapangan, Dr. Ni Wayan Eka Mitariani, S.E., M.M., yang mendorong mahasiswa merancang program yang aplikatif, adaptif, dan berkelanjutan. Pendampingan ini menjadi fondasi penting dalam menanamkan nilai kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi di lapangan.

Tak hanya fokus pada isu lingkungan, mahasiswa juga menjalankan program multidimensi. Di bidang kemanusiaan, mereka mengedukasi warga terkait hipertensi dan pencegahan stunting, disertai inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) seperti puding daun kelor dan makanan kukusan sehat.

Pada sektor pemberdayaan desa, mahasiswa membagikan karung sampah ke rumah-rumah warga untuk mendorong pemilahan dari tingkat rumah tangga—langkah strategis yang memperkuat keberlanjutan program Tong Edan.

Di bidang ekonomi, mereka membantu digitalisasi dan penguatan branding BUMDes, termasuk penataan sistem informasi harga serta pembuatan media promosi. UMKM lokal pun mendapat sentuhan baru melalui desain logo, spanduk, hingga katalog produk.

Sementara di sektor pendidikan, program Kampus Mengajar digelar di SD Negeri 2 dan SD Negeri 4 Singapadu Kaler. Kegiatan ini mencakup literasi keuangan sejak dini, peningkatan budaya membaca, serta pengenalan dasar Bahasa Inggris bagi siswa.

Perbekel Desa Singapadu Kaler memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi mahasiswa. Ia menilai kehadiran mereka membawa energi baru—adaptif, inovatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan desa, khususnya dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan bersih dan sehat.

Lebih dari sekadar program akademik, KKN ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika sosial masyarakat. Di sisi lain, desa mendapatkan mitra strategis dalam mendorong perubahan—menuju budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini menegaskan satu hal: perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana, bahkan dari sebuah tong sampah yang diberi makna. (kbs)

 

Berita Lainnya

Berita Terkini