Denpasar, KabarBaliSatu
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, secara resmi membuka Abian Kapas Klodan Festival 2026 di Balai Banjar Abian Kapas Kelod, Desa Sumerta, Denpasar Timur, Minggu (7/6). Pembukaan festival seni yang diinisiasi oleh Sekaa Teruna-Teruni (STT) Satya Dharma Laksana ini ditandai dengan pemukulan gong.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Denpasar I Made Mudra, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, tokoh masyarakat setempat, serta ratusan pengunjung yang memadati lokasi acara.
Di sela-sela kegiatan, Wakil Walikota Arya Wibawa menyampaikan apresiasi tinggi kepada STT Satya Dharma Laksana atas inisiatifnya. Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah strategis untuk mempererat persatuan sekaligus memupuk kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Bali.
”Kami sangat mengapresiasi semangat dan kreativitas para pemuda yang telah mampu menghadirkan kegiatan positif seperti ini. Festival ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, serta menjaga warisan budaya Bali agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” ujar Arya Wibawa.
Ia berharap Abian Kapas Klodan Festival dapat digelar secara berkelanjutan agar menjadi agenda kreatif tahunan. Dengan begitu, generasi muda akan terus terpacu untuk terlibat aktif dalam pelestarian seni budaya sekaligus memperkuat rasa persaudaraan antar-pemuda di Bali.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Abian Kapas Klodan Festival 2026, Wayan Gagas Pradita Putra, menjelaskan bahwa esensi utama festival ini adalah bentuk komitmen pemuda dalam melestarikan seni budaya Bali, khususnya seni ogoh-ogoh.
Tercatat sebanyak 110 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Bali ikut unjuk gigi. Ada empat kategori yang dilombakan, yaitu Lomba Ogoh-Ogoh Mini Kategori Mesin, Lomba Ogoh-Ogoh Mini Kategori Non-Mesin, Lomba Tapel Ogoh-Ogoh, dan Lomba Sketsa Ogoh-Ogoh.
”Melalui festival ini kami ingin memberikan ruang bagi para seniman muda untuk menunjukkan kreativitasnya sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Bali. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” kata Gagas.
Suasana pembukaan berlangsung sangat meriah. Beragam karya kreatif ogoh-ogoh dengan berbagai tema karakter dipamerkan dan menarik perhatian masyarakat. Untuk menjaga objektivitas kompetisi, penilaian lomba langsung melibatkan tiga dewan juri ahli, yakni Cenk Cenk Bero, Gusman Surya, dan Dwi Aga. (Pur/humasdps)

