BerandaDaerahWarga Denpasar Menjerit! Gas Melon "Amah Liak", Ngurah Aryawan Desak Pemerintah Ambil...

Warga Denpasar Menjerit! Gas Melon “Amah Liak”, Ngurah Aryawan Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret

Foto: Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Gerindra, Ketut Ngurah Aryawan.

Denpasar, KabarBaliSatu 

Krisis gas elpiji 3 kg atau yang populer disebut gas melon kembali menghantui warga Denpasar. Pasokan di tingkat pengecer semakin sulit didapat, memicu keluhan masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.

Sorotan tajam datang dari Anggota DPRD Kota Denpasar, Ketut Ngurah Aryawan, SH. Politisi asal Denpasar Barat itu geram melihat berulangnya krisis distribusi gas bersubsidi tanpa solusi nyata.

“Ini bukan masalah sepele. Kemana larinya gas melon ini? Jangan sampai ada permainan distribusi atau ulah spekulan di belakang layar,” tegas Aryawan, Selasa (5/8/2025).

Menurutnya, kelangkaan ini tak bisa semata-mata dikaitkan dengan meningkatnya permintaan. Ada indikasi kuat terjadinya kebocoran distribusi, di mana gas yang seharusnya untuk rumah tangga justru mengalir ke pihak yang tidak berhak.

“Gas melon ini untuk rakyat kecil, bukan untuk industri besar. Jangan biarkan warga kesulitan mendapatkan haknya,” ujarnya.

Aryawan menuding lemahnya pengawasan dari agen hingga instansi pemerintah sebagai salah satu pemicu berulangnya krisis ini. Ia mendesak Pemkot Denpasar, Pertamina, dan aparat penegak hukum turun langsung ke lapangan untuk membongkar siapa yang bermain di balik kelangkaan gas bersubsidi.

Lebih lanjut, Aryawan memperingatkan bahwa persoalan gas subsidi menyangkut hajat hidup orang banyak. Ia khawatir, jika krisis ini dibiarkan berlarut, kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa runtuh.

“Denpasar ini kota besar. Masa urusan gas saja tidak bisa diselesaikan? Jangan sampai masyarakat terus jadi korban,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kelangkaan masih dirasakan warga di sejumlah titik, termasuk Padangsambian. Pihak Pertamina dan Pemkot Denpasar belum memberikan keterangan resmi soal langkah konkret mengatasi krisis gas melon ini. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini