Foto: Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra saat menghadiri rangkaian upacara Mecaru Rsi Gana, Mendak Tirta, dan Pujawali di Pura Tirta Pengulu, Dusun Kayehan, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Kamis (13/11).
Klungkung, KabarBaliSatu
Bertepatan dengan rahina suci Sugihan Jawa Warespati Wage, Sungsang, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri rangkaian upacara Mecaru Rsi Gana, Mendak Tirta, dan Pujawali di Pura Tirta Pengulu, Dusun Kayehan, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Kamis (13/11). Upacara ini menjadi momen penting bagi masyarakat pengempon pura setelah rampungnya rehabilitasi dan penataan parahyangan pura yang berada di kawasan perbukitan tersebut.
Kehadiran Wabup Tjok Surya disambut hangat oleh Bendesa Desa Adat Dawan, prajuru pura, serta masyarakat pengempon yang sejak pagi telah mempersiapkan rangkaian upacara. Bendesa IB Gede Mahendra menjelaskan bahwa karya ini digelar sebagai bentuk penyucian seluruh area pura pasca selesainya proses rehabilitasi, sekaligus sebagai ungkapan syukur atas kelancaran pelaksanaan pembangunan parahyangan.
Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah dalam upacara adat dan keagamaan merupakan wujud komitmen dalam menjaga keharmonisan berdasarkan ajaran Tri Hita Karana, yakni hubungan harmonis antara parhyangan (Tuhan), pawongan (sesama manusia), dan palemahan (alam lingkungan).
“Saya apresiasi seluruh krama pengempon atas semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah ditunjukkan dalam merehabilitasi pura letaknya berada di atas perbukitan ini. Semoga seluruh rangkaian upacara karya berjalan sukses dan lancar dan seluruh pengempon pura dianugerahi kemakmuran, kerahayuan, kebahagiaan serta keselamatan,” ujar Wabup Tjok Surya sembari menyerahkan punia kepada panitia karya.
Melalui pelaksanaan karya ini, masyarakat Desa Dawan Kaler diyakini semakin memperkuat spiritualitas dan kebersamaan, sekaligus memastikan keberlanjutan tradisi adat dan keagamaan yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Klungkung. (kbs)

