BerandaDaerahWabup Tjok Surya Apresiasi PHDI Klungkung: Manusa Yadnya Massal Ringankan Beban Umat

Wabup Tjok Surya Apresiasi PHDI Klungkung: Manusa Yadnya Massal Ringankan Beban Umat

Foto: Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, saat menerima audiensi jajaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung, di ruang rapat kerja Wabup, Selasa (12/8).

Klungkung, KabarBaliSatu

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung siap menggelar upacara Manusa Yadnya massal pada 15–16 Agustus 2025. Rangkaian ritual yang akan dilaksanakan meliputi petik rambut, menek bajang/deha, metatah, bayuh sapuh leger, bayuh sanan empeg, hingga bayuh sukerta.

Ketua PHDI Klungkung, I Putu Suarta, mengungkapkan agenda ini dipersiapkan untuk meringankan beban umat yang ingin melaksanakan upacara adat namun terkendala biaya. “Kegiatan ini merupakan wujud pelayanan kepada umat agar bisa melaksanakan kewajiban adat dengan biaya yang terjangkau, namun tetap sesuai dengan tatacara dan nilai-nilai agama,” ujarnya saat beraudiensi dengan Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, di ruang rapat kerja Wabup, Selasa (12/8).

Wabup Tjok Surya menyampaikan apresiasi atas inisiatif PHDI Klungkung. “Saya sampaikan terima kasih kepada PHDI yang sudah menyiapkan kegiatan ini. Melihat antusiasme peserta yang terus bertambah, saya minta persiapan dilakukan matang agar seluruh prosesi berjalan lancar,” tegasnya.

Ritual akan dipusatkan di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya serta Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe. Hingga kini tercatat 800 peserta telah mendaftar, dengan rincian: petik rambut 150 orang, menek bajang/teruna 458 orang, metatah 824 orang, sapuh leger 262 orang, sanan empeg 43 orang, dan bayuh sukerta 191 orang. Khusus upacara metatah massal, PHDI menyiapkan 75 sangging untuk melayani peserta.

Prosesi akan dimulai pada 15 Agustus pukul 17.00 WITA. Pendanaan berasal dari APBD Kabupaten Klungkung sebesar Rp85 juta, CSR BPD Bali Rp75 juta, serta punia dari Bank Tridarma Putri sebesar Rp10 juta — satu-satunya pihak swasta yang konsisten mendukung acara ini setiap tahun.

Menurut Putu Suarta, pendaftaran masih dibuka bagi umat yang ingin mengikuti upacara. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga warisan budaya leluhur kita,” tandasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini