BerandaPolitikTutik Kusuma Wardhani: Hipnotis Bisa Sembuhkan Masalah Mental hingga Perselingkuhan Pejabat

Tutik Kusuma Wardhani: Hipnotis Bisa Sembuhkan Masalah Mental hingga Perselingkuhan Pejabat

Foto: Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Demokrat Dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani.

Denpasar, KabarBaliSatu

Kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat DPRD Buleleng, hingga berujung pemecatan, menjadi sorotan publik di Bali. Dalam momentum berbeda, Tutik Kusuma Wardhani, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Demokrat Dapil Bali, menilai persoalan seperti ini tak lepas dari masalah kesehatan mental yang seharusnya bisa dicegah maupun disembuhkan, salah satunya melalui terapi hipnotis.

Pernyataan itu disampaikan Tutik saat menghadiri kegiatan donor darah bertema “Setetes Darah Anda, Nyawa Bagi Sesama” di Banjar Belong Menak, Jalan Sutomo No. 58/62, Denpasar, Sabtu (9/8/2025). Acara tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-24 Partai Demokrat dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, dihadiri pula Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali I Komang Nova Sewi Putra serta Bendahara DPD Demokrat Provinsi Bali Utami Dwi Suryadi.

Selain donor darah, Demokrat Bali juga menggandeng Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Provinsi Bali untuk memberikan layanan terapi kesehatan mental, yang menurut Tutik, penting di tengah tingginya angka bunuh diri di Bali. Ia meluruskan pemahaman keliru masyarakat tentang hipnotis, yang sering disalahartikan sebagai tindakan kriminal.

“Tidak akan dikorak korek masalah pribadi, tidak dipermalukan, tidak akan dibuka aibnya. Jangan salah kaprah. Seperti mau dibegal, harta kita diambil. Itu penipuan, jangan salah kaprah,” tegasnya.

Menurut Tutik, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ia menyoroti fakta bahwa Bali mencatat angka bunuh diri tertinggi di Indonesia. Mental yang sehat, ujarnya, akan melahirkan sumber daya manusia yang kuat, cerdas, bahagia, dan sejahtera.

Saat ditanya mengenai potensi hipnotis dalam menyelesaikan persoalan perselingkuhan, termasuk di kalangan pejabat, Tutik tak ragu menyatakan bahwa hal itu sangat mungkin dilakukan.

“Hal seperti itu (perselingkuhan) tidak tepat untuk masyarakat, apalagi sebagai pejabat seperti itu. Marilah kita kembali kepada diri kita, kita sehatkan mental kita. Jika pikiran kita sakit maka jiwa kita juga ikut sakit,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pejabat atau ASN yang terlibat perselingkuhan pada dasarnya mengalami masalah mental. Jika tidak ditangani, perilaku tersebut akan terus berlanjut.

“Bisa. Saya yakin pasti bisa asal mau diobatin. Kalau dibiarkan dia kondisinya seperti itu, ya sudah, terus berlanjut. Kita sebagai seorang pejabat berperilakulah yang positif, mengayomi masyarakat. Kita sehatkan mental kita. Jiwa raga kita sehatkan, saya yakin kita pasti akan melakukan hal-hal yang positif dan bisa memimpin secara bijak,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PKHI Provinsi Bali, Anak Agung Lanang Agung Ananda atau Lan Ananda. Dia menjelaskan, hipnotis dapat membantu penyembuhan berbagai masalah mental seperti kecanduan judi online, perselingkuhan, tekanan psikologis pada politisi, hingga depresi berat.

“kita menggunakan pikiran, hati dan jiwanya kita untuk menyembuhkan atau membuat sakit. Apa saja penyakit-penyakit yang diobati oleh Hipnotis? Yang suka Michat, termasuk menjadi seorang politisi, tekanan yang sedemikian kuat itu, hipnotislah yang bisa me release,” katanya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini