BerandaDaerahTurun Langsung ke Lapangan, Gotong Royong, Kerjasama Solid dan Tiga Kebijakan Cepat...

Turun Langsung ke Lapangan, Gotong Royong, Kerjasama Solid dan Tiga Kebijakan Cepat Tepat Ini Jadi Kunci Sukses Gubernur Koster Urai Antrean BBM di Bali

Distribusi BBM Kembali Lancar dan Normal! Gubernur Koster Ucapkan Terima Kasih ke Menteri ESDM, Jajaran Pertamina, Polda Bali, Kodam IX/Udayana, Petugas SPBU dan Seluruh Masyarakat Bali

Foto: Gubernur Koster bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan kepada awak media terkait pasokan BBM Bali, di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, pada Senin (19/10/2026). 

Denpasar, KabarBaliSatu

Krisis dan antrean panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali kini resmi terurai dan pasokan berangsur normal kembali. Keberhasilan ini tidak terlepas dari langkah cepat, terukur, dan kepemimpinan responsif Gubernur Bali Wayan Koster melalui kombinasi penanganan di lapangan, sinergi lintas instansi, serta penerbitan tiga kebijakan kunci.

Berdasarkan hasil evaluasi dan pemantauan pasokan di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, pasokan BBM bersubsidi maupun nonsubsidi ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Dewata dipastikan berada dalam kondisi aman untuk 11 hingga 12 hari ke depan, mencakup ketersediaan 30.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 10.000 KL Pertamax.

Di balik pulihnya distribusi BBM, terdapat komitmen kuat Gubernur Koster yang tanpa kenal waktu, baik pagi, siang, hingga larut malam, turun langsung menyisir SPBU dan titik penyaluran. Koster tetap melangkah meski harus menerima keluhan, bulian, hingga makian terkait kebijakan penanganan krisis.

Aksi tanggap darurat ini dipicu oleh banyaknya aduan masyarakat mengenai SPBU yang tutup lebih awal. Saat melakukan inspeksi mendadak di lapangan, Koster bahkan sempat mengalami miskomunikasi dengan petugas SPBU. Namun, hal itu dilakukannya semata-mata untuk memastikan secara langsung bahwa stok BBM yang sebenarnya tersedia di tangki penyimpanan benar-benar disalurkan kepada warga.

“Sabtu dan Minggu sampai hari ini, secara umum suplai minyak ke SPBU berjalan dengan lancar dan tidak lagi antrean banyak, bahkan sudah tidak ada antrean di beberapa SPBU,” ujar Koster usai menggelar rapat tertutup bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

Guna menekan mobilitas warga sekaligus memberi ruang bagi skenario pemulihan distribusi dari Depo Manggis dan Sanggaran, Pemprov Bali memberlakukan tiga kebijakan strategis yang dinilai sangat presisi:

Penyesuaian Sistem Kerja WFH (15–17 Oktober 2026)

Dituangkan melalui Surat Pemprov Bali Nomor B.39.000.8/48412/TLK/B.ORG tertanggal 14 Oktober 2026, kebijakan Work from Home ini diterapkan bagi ASN, instansi vertikal, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD untuk mengurangi penumpukan kendaraan di jalan raya tanpa mengganggu pelayanan publik esensial.

Pembelajaran Daring bagi Satuan Pendidikan (15–17 Oktober 2026)

Seluruh sekolah negeri dan swasta diarahkan menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar secara daring guna menekan pergerakan massa di jalan raya secara signifikan.

Penerapan dan Perpanjangan Skema Ganjil-Genap BBM Subsidi

Kebijakan pembatasan ganjil-genap kendaraan saat membeli BBM bersubsidi di SPBU terbukti efektif memurai kepadatan. Kebijakan yang semula berakhir Senin (19/10) resmi diperpanjang hingga Jumat (23/10/2026) guna menjamin kestabilan kondisi.

“Kalau sudah bagus sebelum itu, kita akan evaluasi kembali,” tegas Gubernur Koster terkait skema ganjil-genap tersebut.

Langkah taktis ini dipadukan dengan optimalisasi operasional depo dan SPBU selama 24 jam secara bertahap, penambahan tenaga operasional Pertamina, serta dukungan pengawalan truk tangki oleh Polda Bali dan peniadaan kemacetan di sekitar SPBU oleh jajaran Kodam IX/Udayana.

Atas kerja keras dan kolaborasi lintas instansi yang solid, Koster menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, jajaran Direksi PT Pertamina (Persero), Polda Bali, Kodam IX/Udayana, serta seluruh elemen masyarakat yang turut bergotong royong dan bersabar selama proses pemulihan berlangsung.

Sinergi dan langkah cepat ini terbukti berhasil memulihkan pelayanan BBM secara menyeluruh, menjaga ketahanan energi daerah, serta mengembalikan stabilitas aktivitas ekonomi dan pariwisata di Pulau Bali.

Dari sisi ketersediaan pasokan, pertamina melaporkan bahwa posisi stok BBM di Bali per 19 Oktober 2026 dalam kondisi sangat aman. Pasokan tersebut meliputi 30,136 juta liter Pertalite (cukup untuk 11 hari), 11,045 juta liter Pertamax (8 hari), 1,752 juta liter Biosolar (5 hari), dan 10,356 juta liter Solar (11 hari). Sementara ketersediaan BBM secara nasional berada pada ketahanan 16 hingga 20 hari.

Kendati stok regional dilaporkan aman, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia tetap menginstruksikan Direksi Pertamina dan Pertamina Patra Niaga untuk segera menambah volume pengiriman pasokan ke Bali hingga mampu mencukupi kebutuhan minimum selama 15 hari.

Menteri Bahlil mengingatkan jajaran Pertamina agar bersikap responsif dan melakukan kontrol ketat terhadap operasional SPBU. Ia menegaskan status Bali sebagai destinasi wisata internasional yang sangat sensitif terhadap Isu kelangkaan BBM.

“Bali merupakan destinasi pariwisata dunia, kejadian kelangkaan BBM di Bali dapat berdampak negatif terhadap citra Bali dan Indonesia di hadapan masyarakat dunia. Oleh karena itu, alokasi BBM ke Bali harus mendapat perhatian serius,” tegas Bahlil. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini