BerandaPendidikanTotalitas Akselerasi Akreditasi Unggul, Bali Dwipa University Inisiasi Tiga Konferensi Internasional Setiap...

Totalitas Akselerasi Akreditasi Unggul, Bali Dwipa University Inisiasi Tiga Konferensi Internasional Setiap Tahun

Dongkrak Kinerja Dosen, ICHRGSF 2026 Jadi Katalis Akselerasi Karier Akademik

Foto: Bali Dwipa University menggelar ICHRGSF 2026 secara hybrid di Auditorium Kampus setempat, pada Senin (22/6).

 

Denpasar, KabarBaliSatu

Universitas Bali Dwipa (Bali Dwipa University) sukses menggelar International Conference on Human Rights, Governance & Sustainable Futures (ICHRGSF) 2026 secara hybrid di Auditorium Kampus setempat, pada Senin (22/6).

Konferensi internasional perdana ini menjadi tonggak sejarah baru bagi universitas, sekaligus menjadi komitmen nyata dalam menjawab tantangan global terkait hak asasi manusia, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan berkelanjutan.

Pendiri Universitas Bali Dwipa sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali, Dr. Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn, membuka secara resmi konferensi ini. Dalam pidato pembukaannya bertema “Setting the stage for dialogue, collaboration and sustainable action for a better future,” Dr. Wayan Adnyana menegaskan bahwa yayasan berkomitmen penuh memfasilitasi percepatan universitas menuju akreditasi unggul dan perluasan jejaring global.

Guna mewujudkan hal tersebut, pihak yayasan telah mendirikan badan kerja sama internasional khusus. Tidak tanggung-tanggung, Dr. Wayan Adnyana membeberkan rencana besar universitas untuk menyelenggarakan tiga konferensi internasional secara berkelanjutan setiap tahunnya.

“Untuk percepatan kita supaya terakreditasi unggul dan bisa kerja sama internasional, Yayasan tentu sangat mendukung. Kita mendirikan suatu badan kerja sama yang menjembatani hubungan internasional dengan berbagai negara,” ujar Dr. Wayan Adnyana.

Ia menambahkan bahwa agenda berikutnya telah disiapkan secara matang untuk bulan-bulan mendatang.

“Kami merencanakan konferensi internasional yang akan kita laksanakan secara berkelanjutan, di mana nanti ada tiga konferensi yang akan kita lakukan setiap tahun. Nanti di bulan Agustus akan ada Asia Pacific Conference on Wellness. Kemudian di akhir tahun, tepatnya bulan November, kita juga akan mengadakan konferensi yang lebih fokus pada pemberdayaan industri, khususnya UMKM,” jelasnya.

Pada gelaran perdana ICHRGSF 2026 ini, Universitas Bali Dwipa sukses menggandeng Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia—perguruan tinggi negeri terbesar di Malaysia—serta universitas swasta terbesar di Uzbekistan, yakni Ma’mun University Uzbekistan. Dalam gelaran tersebut, Bali Dwipa University juga menggandeng Human Rights Without Frontiers International, Belanda).

Senada dengan pendiri yayasan, Rektor Universitas Bali Dwipa, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Sucipta, M.P., CH.CHT.CMH., yang juga bertindak sebagai keynote speaker, menyampaikan bahwa konferensi ini membawa dampak akademik yang sangat signifikan bagi internal kampus.

Prof. Nyoman Sucipta memaparkan keuntungan besar bagi dosen dan mahasiswa yang artikel ilmiahnya berhasil lolos dan dipresentasikan dalam forum ini, karena akan dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Scopus Q1. Bagi mahasiswa, capaian ini bahkan bisa menjadi jalur alternatif pengganti skripsi.

“Dengan adanya harapan bisa dipublikasi dalam Jurnal Internasional Scopus, diharapkan dosen dan mahasiswa mendapatkan nilai. Untuk mahasiswa, itu bisa digunakan untuk tugas akhir, dimana mahasiswa tidak lagi membuat skripsi jika karyanya bisa diterbitkan di jurnal internasional. Jadi mereka tinggal ujian dari jurnal internasional tersebut, apalagi Scopus Q1,” kata Prof. Nyoman Sucipta.

Bagi para tenaga pendidik, publikasi ini menjadi karpet merah untuk akselerasi karier akademik.

“Untuk dosen, ini untuk peningkatan kinerja seperti naik pangkat maupun untuk menjadi guru besar. Dengan lebih banyak memiliki publikasi internasional Scopus Q1, itu dapat mempercepat menjadi guru besar, ” ujarnya.

Selain Memberikan manfaat nyata bagi internal kampus, kegiatan conference internasional ini juga sebagai ajang promosi agara Bali Dwipa University semakin dikenal masyarakat. Keberadaan Bali Dwipa University telah diakui di kalangan internasional sehingga bagi masyarakat diharapkan tidak ragu untuk bergabung ke Bali Dwipa University.

“Kegiatan ini sekaligus menyampaikan bahwa kita mempunyai aktivitas kegiatan internasional sehingga Universitas Bali Dwipa semakin dikenal masyarakat luas,” tambahnya.

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Sustainable Higher Education Leadership: Cultivating Ethical Values, Human Dignity and Environmental Stewardship for Future Generations,” Prof. Nyoman Sucipta juga menyoroti pentingnya kepemimpinan pendidikan tinggi yang berbasis nilai moral dan kearifan lokal.

Semangat tersebut diejawantahkan ke dalam lima tema utama yang menjadi fokus pembahasan ICHRGSF 2026, yakni:

  1. Hak Asasi Manusia dan Keadilan Sosial (Human Rights & Social Justice)
  2. Keberlanjutan dan Lingkungan (Sustainability & Environment)
  3. Tata Kelola dan Kebijakan Publik (Governance & Public Policy)
  4. Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
  5. Penguatan Kapasitas dan Pendidikan (Capacity Building & Education)

Melalui bauran semangat “Human Rights, Governance & Sustainable Futures: Advancing Justice, Ethical Leadership and Sustainable Transformation”. gelaran ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya kolaborasi baru yang kokoh antara dunia pendidikan tinggi, lembaga internasional, industri, dan masyarakat global demi masa depan yang lebih adil dan bermartabat. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini