Foto: Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra I Ketut Ngurah Aryawan menghadiri upacar pemlaspasan tembok dan gapura baru di SD Negeri 12 Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar pada Senin, 19 Januari 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Di sebuah sudut Padangsambian, Denpasar Barat, derap pembangunan bukan hanya terdengar dari alat berat atau denting palu tukang. Ia juga lahir dari kepedulian seorang wakil rakyat yang memilih hadir, mendengar, dan berjuang bersama dunia pendidikan. Sosok itu adalah I Ketut Ngurah Aryawan, Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Partai Gerindra.
Bagi Ngurah Aryawan, pendidikan bukan sekadar urusan angka dan laporan. Pendidikan adalah ruang hidup anak-anak, tempat mereka belajar bermimpi, bertumbuh, dan merasa aman. Karena itulah, kepeduliannya tidak berhenti pada pengawalan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menjelma dalam perjuangan nyata memperbaiki fisik bangunan dan fasilitas sekolah-sekolah di Denpasar.
Salah satu bukti paling nyata tampak di SD Negeri 12 Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar. Sekolah ini sebelumnya menyimpan kekhawatiran besar: tembok yang miring dan nyaris roboh, menjadi ancaman bagi keselamatan siswa dan guru. Hari ini, kekhawatiran itu telah berganti dengan rasa lega. Tembok lama telah berdiri kembali dalam wujud yang jauh lebih kokoh, lengkap dengan gapura baru yang menyambut setiap langkah anak-anak menuju ruang belajar.

Pada Senin, 19 Januari 2026, tembok dan gapura baru itu disucikan melalui upacara melaspas, sebuah ritual Hindu yang sarat makna. Ngurah Aryawan hadir langsung, menyaksikan sekaligus menjadi bagian dari momen sakral tersebut. Kehadirannya disambut hangat oleh Kepala SD Negeri 12 Padangsambian, I Made Jono, serta para guru dan warga sekolah.

Dalam sambutannya, Ngurah Aryawan berbicara dengan nada yang jujur dan lugas, namun penuh empati. Ia menegaskan bahwa tugasnya sebagai wakil rakyat adalah mengawal harapan masyarakat, terutama para guru yang setiap hari mendidik generasi masa depan.
“Hari ini kita patut mengapresiasi respons cepat dari Dinas Pendidikan. Usulan cepat, tidak butuh waktu tahunan. Kami hadir, kami respon, kami kawal, dan hari ini kita sudah menyaksikan tembok dan gapura ini terealisasi,” ujar Anggota Komisi 1 DPRD Kota Denpasar itu.

Namun kepedulian itu tidak berhenti di sana. Dengan mata seorang pengawas yang peduli, Ngurah Aryawan juga menyoroti kondisi bangunan lain di lingkungan sekolah. Ia bahkan langsung menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan terkait atap dan plafon yang hampir jebol di bagian timur sekolah.
“Ini soal urgensi. Anak-anak harus belajar dengan aman. Jangan sampai ada bahaya yang tidak kita inginkan. Saya minta agar atap dan plafon ini segera ditangani, supaya adik-adik kita benar-benar nyaman dan terlindungi,” tegasnya.

Selain infrastruktur, perhatian Ngurah Aryawan juga tertuju pada pemenuhan gizi siswa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan gaya komunikatif, ia menyapa para siswa dan bertanya, “Adik-adik senang MBG?” yang dijawab serentak dengan suara riang, “Senang!”
Ia mengungkapkan bahwa di wilayah Padangsambian Kaja, SD Negeri 12 menjadi satu-satunya sekolah yang belum menerima program tersebut. Namun ia berjanji, hal itu segera teratasi.
“Saya sudah koordinasi langsung dengan Kepala MBG. Harapan saya, Februari ini adik-adik sudah bisa menikmati MBG, termasuk guru-gurunya. Ini adalah program unggulan Bapak Presiden Prabowo, dan sebagai kader sekaligus wakil rakyat, sudah kewajiban saya mengawal agar program ini benar-benar terasa sampai ke titik paling bawah, dengan kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya penuh keyakinan.

Ia pun menitipkan pesan moral kepada para guru, agar tetap menjadi teladan bagi anak didik, seraya membuka ruang kritik dan saran. “Kalau ada masukan, jangan ragu hubungi saya. Tugas saya mengawasi pemerintahan bekerja, sementara guru bekerja mendidik. Kita saling mengingatkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 12 Padangsambian, I Made Jono, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia mengingat kembali kondisi tembok lama yang miring dan nyaris roboh, sebelum akhirnya mendapat atensi cepat dari Ngurah Aryawan dan Dinas Pendidikan.

“Perbaikan tembok dan gapura ini sudah selesai. Anggarannya sekitar Rp400 juta, dilaksanakan oleh kontraktor bekerja sama dengan Disdikpora Kota Denpasar,” jelasnya.
Menurut Jono, dukungan Ngurah Aryawan menjadi kunci percepatan realisasi pembangunan tersebut. “Beliau yang paling awal mengatensi, sehingga bisa segera ditindaklanjuti. Harapan kami, sinergi antara DPRD dan masyarakat sekolah terus terjalin, agar kebutuhan sekolah bisa dimediasi dengan baik,” tuturnya.
Di balik tembok baru dan gapura yang kini berdiri kokoh, tersimpan pesan sederhana namun mendalam: ketika wakil rakyat benar-benar hadir, pendidikan tidak hanya dibicarakan, tetapi diperjuangkan. Dan di SD Negeri 12 Padangsambian, perjuangan itu kini berdiri tegak—kokoh, aman, dan penuh harapan bagi masa depan anak-anak Denpasar. (kbs)

