BerandaDaerahTabanan Kembali Bersinar di Tingkat Nasional: Dari Kuliner hingga Kerajinan, Tabanan Sabet...

Tabanan Kembali Bersinar di Tingkat Nasional: Dari Kuliner hingga Kerajinan, Tabanan Sabet Penghargaan Nasional Ekonomi Kreatif

Buktikan Ekonomi Kreatif Bisa Jadi Mesin Kesejahteraan Masyarakat

Foto: Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya.

Tabanan, KabarBaliSatu

Kabupaten Tabanan kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Tabanan meraih Apresiasi Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif dalam Malam Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Kompas TV bertema “Indonesia Bisa”.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (Ni Luh Enik Ermawati) kepada Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mendorong inovasi serta mengembangkan ekonomi kreatif sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah.

Penilaian penghargaan dilakukan melalui proses verifikasi, pengamatan lapangan, serta sejumlah indikator terukur yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah. Dari tujuh kategori apresiasi yang diberikan, Tabanan berhasil meraih kategori Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif.

Bagi Pemkab Tabanan, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian seremonial. Lebih jauh, apresiasi ini menjadi pengakuan atas upaya membuka ruang yang lebih luas bagi potensi lokal agar mampu tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi masyarakat.

Usai menerima penghargaan, Bupati Tabanan Sanjaya menyampaikan rasa syukur dan bahagianya. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk kepercayaan dari pemerintah pusat dan Kompas TV sekaligus pengakuan terhadap kerja bersama pemerintah dan masyarakat Tabanan dalam memperkuat ekonomi kreatif.

Menurut Sanjaya, penguatan ekonomi kreatif selama ini diarahkan agar semakin banyak pelaku usaha lokal, khususnya pedagang dan pengusaha, mampu berkembang dan memiliki daya saing.

“Ini merupakan kepercayaan yang diberikan oleh Kompas TV. Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Tabanan yang selama ini bersama-sama membangun dan mewujudkan Tabanan Era Baru yang aman, unggul, dan madani (AUM),” tegas Sanjaya.

Ia menjelaskan, kuliner dan kerajinan menjadi dua sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar di Tabanan. Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan Bali dengan sektor pertanian yang kuat, Tabanan memiliki modal besar untuk mengembangkan berbagai produk pangan menjadi inovasi kuliner bernilai tambah.

Potensi tersebut berjalan beriringan dengan karakter masyarakat Tabanan yang lekat dengan kehidupan agraris. Dari kondisi itu, tumbuh beragam kerajinan dan aktivitas kreatif yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga turut menopang perkembangan pariwisata.

“Di Tabanan yang populer adalah kuliner dan kerajinan. Kami sebagai daerah lumbung pangannya Bali, unggul di pertanian, tentu memiliki banyak hasil pangan yang dapat melahirkan inovasi di bidang kuliner dengan berbagai macam varian yang bisa disajikan. Kami juga daerah perajin, masyarakat agraris yang banyak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menunjang pariwisata,” ungkap Sanjaya.

Ke depan, Pemkab Tabanan berharap pertumbuhan ekonomi kerakyatan dapat terus bergerak positif dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Sanjaya menegaskan, penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan Tabanan. Pertumbuhan ekonomi, kata dia, harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap agar Kabupaten Tabanan bertumbuh bagus, khususnya ekonomi kerakyatan, karena dengan tumbuhnya ekonomi bisa mewujudkan kesejahteraan, sesuai dengan visi kami menuju Tabanan Era Baru yang aman, unggul, dan madani,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, turut mengapresiasi penghargaan tersebut.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) dinilai menjadi bagian penting dalam menggerakkan potensi ekonomi lokal.

“Kami tentu mengapresiasi penghargaan ini dan akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM, dan IKM di Tabanan agar semakin maju, mandiri, dan mampu mengangkat potensi lokal,” tandas Bunda Rai.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Tabanan untuk terus memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Dengan kekuatan pertanian, kuliner, kerajinan, UMKM, dan sektor pariwisata, ekonomi kreatif diharapkan tidak hanya menjadi etalase kreativitas daerah, tetapi juga menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini