Foto: Ketua DPW PSI Bali terpilih periode 2025–2030, I Wayan Suyasa, S.H., didampingi jajaran pengurus DPW dan DPD PSI Kabupaten/Kota se-Bali saat memberikan keterangan pers di Badung pada Kamis 22 Januari 2026.
Badung, KabarBaliSatu
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bali bersiap naik kelas menuju Pemilu 2029. Dipimpin politisi senior dan petarung sejati I Wayan Suyasa, S.H., sebagai Ketua DPW PSI Bali terpilih periode 2025–2030, partai politik berlambang gajah ini memastikan diri memiliki fraksi penuh di setiap tingkatan legislatif pada pemilu mendatang, serta menjadikan Bali sebagai lumbung suara PSI di tingkat nasional.
PSI secara nasional maupun juga di Bali kini mengemban misi pecah telur bisa tembus ke parlemen di DPR RI Senaya Jakarta setelah dua kali dalam gelaran Pemilu Legislatif (Pileg) sebelumnya yakni Pileg 2019 dan Pileg 2024, PSI gagal menembus ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sehingga belum memiliki perwakilan di DPR RI. Secara khusus, PSI Bali juga membidik pecah telur satu kursi DPR RI dari Pulau Dewata.
Suyasa mengakui bahwa PSI secara nasional, termasuk di Bali, dalam dua periode pemilu sebelumnya belum berhasil menembus parlemen. Namun, ia optimistis situasi tersebut akan berubah pada Pemilu 2029.
“Ke depan kita bicara ke depan. Memang dua periode PSI belum lolos parliamentary threshold apalagi di Bali. Tapi saya yakin DPW PSI Bali mampu memberikan kontribusi, minimal satu kursi DPR RI untuk pusat,” tegas Suyasa saat memberikan keterangan pers di Badung pada Kamis 22 Januari 2026.
Ia bahkan menargetkan PSI secara nasional mampu lolos ambang batas parlemen dan masuk lima besar partai politik nasional. Khusus di Bali, Suyasa yakin PSI bisa menembus empat besar.
Siap Maju DPR RI?
Terkait peluang maju sebagai calon Anggota DPR RI Dapil Bali pada Pemilu 2029, Suyasa belum mau berspekulasi terlalu jauh. Ia menegaskan fokus utamanya saat ini adalah membesarkan partai.
“Saya sudah sampaikan ke Ketua Umum, biarkan saya membesarkan partai dulu. Kalau sudah terbukti besar, soal hak dan posisi kita tentukan nanti. Masih jauh 2029,” kata mantan Ketua DPD Partai Golkar Badung yang juga pernah maju sebagai Calon Bupati Badung pada Pilkada Serentak 2024 itu..
Meski demikian, Suyasa memastikan dirinya siap jika mendapat penugasan dari partai, baik di tingkat pusat maupun daerah. “Pasti maju, entah di mana. Kalau saya ditugaskan, di mana saya ditugaskan, saya siap,” tandasnya.
Suyasa kembali menegaskan komitmennya untuk membesarkan PSI di Bali menjelang kontestasi politik 2029. Dengan optimisme tinggi, Suyasa memasang target ambisius, yakni meraih minimal 30 kursi DPRD kabupaten/kota dan 4 kursi di DPRD Provinsi Bali. Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan tagline perjuangan PSI Bali, “Sing Menang Sing Jerih”, yang mencerminkan semangat kompetisi politik yang sehat dan beretika.
Seperti diketahui, PSI Bali saat ini baru mampu mencatatkan capaian total 5 kursi legislatif di Bali hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2024, dengan rincian 3 kursi di DPRD Kota Denpasar, 1 kursi di DPRD Kabupaten Klungkung dan 1 kursi DPRD Provinsi Bali. Menyongsong Pileg 2029, PSI Bali semakin bergairah untuk mendongkrak perolehan kursi legislatif dan mengirimkan kader-kader terbaikanya sebagai wakil rakyat di DPRD se-Bali hingga ke DPR RI di Senayan Jakarta.
Hadirkan Pelangi Politik di Bali
Menurut Suyasa, PSI Bali dibangun dengan prinsip keterbukaan dan kebersamaan. Ia memandang partai politik sebagai ruang kolaborasi, layaknya pelangi yang hadir memberi keindahan melalui perbedaan warna.
“Prinsip kami berjuang bersama-sama. Kalau dibilang pelangi, kami bagian untuk memberikan arti keindahan yang ada di Bali ini. Partai politik itu terbuka, apalagi PSI yang saya sebut sebagai ‘PSI Tbk’, artinya semua punya saham dan hak suara dihargai,” ujarnya.
Dengan kekuatan baru, Suyasa meyakini PSI Bali bisa naik kelas dan mencapai target politik bersama. Sebagai pemimpin, Suyasa menilai target adalah keharusan. Ia menegaskan kesiapannya membawa PSI Bali bersaing secara sehat di semua tingkatan pemilu.
“Target itu penting. Untuk apa saya jadi pemimpin kalau tidak punya target? Dari yang sekarang empat kursi, ke depan kabupaten/kota bisa 25 sampai 30 kursi. Untuk provinsi minimal empat kursi,” jelas Mantan Ketua DPD Partai Golkar Badung yang juga pernah maju sebagai Calon Bupati Badung pada Pilkada Serentak 2024 itu.
Bidik Masuk Empat Besar
Dengan capaian tersebut, PSI Bali membidik posisi masuk jajaran elit partai politik di Bali dengan minimal finish di posisi empat besar pada Pileg berikutnya. “Di Bali, PSI masuk empat besar, siapapun yang nomor satu, dua, tiga, yang jelas kami ada di empat besar” katanya.
Dengan tagline “Sing Menang Sing Jerih”, PSI Bali di bawah kepemimpinan I Wayan Suyasa menegaskan komitmennya untuk bertarung secara sportif, bersaing secara sehat, tanpa saling menjatuhkan, demi meraih kepercayaan rakyat Bali pada Pemilu 2029.
“Kami siap bersaing secara sehat dan tagline kami PSI Bali ‘Sing Menang Sing Jerih’ (Tidak Menang, Tidak Takut), itu kata kunci. Care siap sing kalah sing mati (seperti ayam kalau tidak kalah tidak mati),” pungkasnya.
Kaesang Hadiri Pelantikan Pengurus PSI Bali
Di sisi lain, DPW PSI Bali bersiap menggelar agenda konsolidasi politik terbesar pada awal 2026 melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus pelantikan pengurus DPW, DPD, dan DPC PSI se-Bali. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026, di The Trans Resort Bali, Kabupaten Badung.
Agenda tersebut tidak sekadar menjadi seremoni organisasi, melainkan menandai langkah strategis PSI Bali dalam memperkuat struktur dan identitas politiknya. Rakorwil dan pelantikan ini disebut sebagai bagian dari proses penguatan dan pembaruan wajah PSI di Bali menjelang kontestasi politik 2029.
Acara ini rencananya akan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bersama jajaran elite Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI. Kehadiran pimpinan nasional PSI menegaskan posisi Bali sebagai wilayah strategis dalam peta politik nasional PSI.
Sinergi Politisi Senior dan Generasi Muda
Perhatian publik tertuju pada komposisi kepengurusan PSI Bali yang kini diisi oleh kombinasi politisi senior dan kader muda. Sejumlah tokoh politik berpengalaman yang sebelumnya berkiprah di partai-partai besar memutuskan bergabung ke PSI, menciptakan kolaborasi lintas generasi yang dinilai memperkuat daya saing partai.
Perpaduan pengalaman politik para senior dengan energi, kreativitas, dan pendekatan milenial yang menjadi ciri khas PSI diyakini akan membentuk mesin politik yang lebih solid, adaptif, dan relevan dengan dinamika pemilih Bali.
Ketua Panitia Rakorwil dan Pelantikan PSI Bali, Komang Suarsana, menyebut agenda ini sebagai momentum konsolidasi besar-besaran seluruh struktur partai, dari tingkat wilayah hingga kecamatan.
“Kami ingin menyatukan visi dan langkah. Bergabungnya tokoh-tokoh senior ke PSI membuktikan bahwa partai ini semakin dipercaya sebagai kendaraan perjuangan politik yang relevan. PSI Bali kini lebih solid dan siap bertarung,” tegas Komang Suarsana.
Rakorwil dan pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi PSI Bali sekaligus sinyal kesiapan partai tersebut dalam menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029. (kbs)

