BerandaDaerahShuttle Bus Besakih Jadi Solusi, Pemedek Kini Lebih Nyaman Tangkil Saat Karya

Shuttle Bus Besakih Jadi Solusi, Pemedek Kini Lebih Nyaman Tangkil Saat Karya

Foto: Sejumlah pemedek memanfaatkan Shuttle Bus saat akan mengikuti pelaksanaan karya agung Ida Bhatara Turun Kabeh di kawasan suci Pura Besakih(7/4/2026).

Karangasem, KabarBaliSatu

Pelaksanaan karya agung Ida Bhatara Turun Kabeh di kawasan suci Pura Besakih tahun ini menunjukkan wajah baru penataan yang lebih rapi dan terorganisir, terutama dalam sektor transportasi dan aksesibilitas pemedek.

Salah satu terobosan yang menuai apresiasi luas adalah kehadiran layanan shuttle bus. Fasilitas ini mengantar pemedek dari kantong parkir di kawasan Manik Mas menuju area utama pura, sekaligus menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan yang selama ini kerap terjadi saat puncak karya.

Sejumlah pemedek mengaku merasakan langsung manfaatnya. Dalam wawancara pada Selasa (7/4/2026), I Nyoman Merta menyebut layanan shuttle bus sangat membantu, khususnya bagi dirinya sebagai lansia.

“Sebagai lansia, saya sangat terbantu. Tidak perlu lagi menyewa ojek dan bisa tangkil dengan lebih nyaman,” ungkapnya. Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali yang dinilai berhasil menghadirkan suasana kawasan Besakih yang lebih tertib dan ramah bagi pemedek.

Hal senada disampaikan Gusti Ngurah Oki Puja Astawa dari unsur pemuda yang terlibat dalam operasional shuttle di bawah Badan Pengelola Besakih. Menurutnya, kehadiran layanan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

“Operasional shuttle bus ini memberi ruang kerja bagi pemuda sekitar Besakih. Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya transportasi, penataan parkir terpusat dan pengaturan jalur keluar-masuk kawasan pura juga turut memperkuat kenyamanan dan ketertiban selama karya berlangsung. Arus kendaraan menjadi lebih terkendali, sementara pemedek dapat menjalankan persembahyangan dengan lebih khusyuk.

Dengan berbagai pembenahan ini, pelaksanaan karya di Besakih diharapkan terus bergerak menuju tata kelola kawasan suci yang semakin profesional—menghadirkan pengalaman sembahyang yang lancar, aman, dan nyaman, tanpa mengurangi kesakralan tradisi yang dijaga turun-temurun. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini