Foto: Wamenkes RI, Benyamin Paulus Octavianus, didampingi Wawali Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat meresmikan UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat yang merupakan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak, Selasa (6/10/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat akses pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat sebagai Puskesmas Ramah Ibu dan Anak.
Fasilitas kesehatan tersebut resmi diresmikan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, didampingi Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Selasa (6/10/2026). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Usai peresmian, Wamenkes Benyamin Paulus meninjau langsung sejumlah fasilitas yang tersedia, mulai dari ruang gawat darurat, ruang persalinan, poliklinik hingga ruang rawat inap pasien bersalin.
Kehadiran puskesmas ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Denpasar menghadirkan fasilitas kesehatan yang tidak hanya mudah dijangkau, tetapi juga memberikan pelayanan sesuai kebutuhan ibu dan anak.
Menariknya, fasilitas kesehatan tersebut hadir melalui transformasi kawasan yang sebelumnya digunakan sebagai pasar loak. Kawasan itu kemudian sempat dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sementara (TPS) dan area pertanian perkotaan atau urban farming, sebelum akhirnya dikembangkan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan dengan konsep inklusif dan ramah ibu serta anak.
Kemenkes Dorong Pemerataan Pelayanan Kesehatan
Wamenkes RI Benyamin Paulus mengapresiasi langkah Pemkot Denpasar dalam menghadirkan fasilitas kesehatan yang berkualitas dan memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan ibu dan anak.
Menurutnya, keberadaan pelayanan khusus tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pencegahan risiko kematian pada ibu dan anak.
“Tentu kami sangat mengapresiasi terkait keberadaan Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Selain memberikan pelayanan kesehatan secara umum, puskesmas ini juga memiliki pelayanan khusus ibu dan anak yang tentu bermanfaat dalam mencegah risiko meninggalnya ibu dan anak.”
Benyamin mengatakan pemerintah pusat ke depan akan terus memperkuat fasilitas kesehatan pemerintah melalui program renovasi yang menyasar puskesmas, rumah sakit umum daerah (RSUD), hingga fasilitas kesehatan milik pemerintah lainnya.
Penguatan pelayanan, kata dia, tidak hanya menyangkut infrastruktur. Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas dan jumlah sumber daya manusia kesehatan, terutama dokter spesialis.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan yang pada akhirnya diharapkan berdampak terhadap peningkatan angka harapan hidup masyarakat.
Layani Kegawatdaruratan Ibu dan Bayi 24 Jam
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan pengembangan Puskesmas III Denpasar Barat sebagai Puskesmas Ramah Ibu dan Anak merupakan bagian dari upaya Pemkot Denpasar memperkuat pelayanan kesehatan yang berpusat pada masyarakat.
Fokus utama diarahkan kepada perempuan, ibu, bayi, dan anak.
Puskesmas tersebut juga merupakan fasilitas pelayanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Artinya, puskesmas rawat inap ini disiapkan untuk memberikan penanganan selama 24 jam terhadap kondisi kegawatdaruratan pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, hingga bayi baru lahir.
Tidak hanya pelayanan medis, Pemkot Denpasar juga mengintegrasikan layanan kesehatan dengan administrasi kependudukan melalui sinergi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar.
Melalui sinergi tersebut, bayi yang lahir di puskesmas akan mendapatkan dukungan dalam proses penerbitan dokumen kependudukan, termasuk akta kelahiran.
“Melalui konsep Puskesmas Ramah Ibu dan Anak, kita ingin memastikan setiap ibu yang datang memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, cepat, manusiawi, serta menghargai hak dan kebutuhan ibu,” ujar Arya Wibawa.
Ia menambahkan, aspek kenyamanan juga menjadi perhatian bagi anak-anak. Lingkungan pelayanan kesehatan diharapkan mampu memberikan rasa aman sehingga anak tidak merasa takut ketika menjalani pemeriksaan maupun mendapatkan pelayanan kesehatan.
Menurut Arya Wibawa, kehadiran puskesmas tersebut bukan sekadar menambah fasilitas kesehatan baru. Lebih dari itu, keberadaannya menjadi bagian dari strategi Pemkot Denpasar untuk meningkatkan kualitas sekaligus memperluas pemerataan pelayanan kesehatan.
“Kami berharap Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ini dapat menjadi contoh dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, ramah, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah, cepat, aman, dan nyaman,” katanya.
Diperkuat Layanan BPJS dan Persalinan 24 Jam
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar Anak Agung Ayu Agung Candrawati mengatakan pengembangan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak merupakan salah satu program prioritas Pemkot Denpasar dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses masyarakat.
Penguatan layanan ibu dan anak menjadi perhatian penting, termasuk dalam mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi. Karena itu, pengembangan fasilitas, peningkatan kualitas pelayanan, serta kesiapan tenaga kesehatan terus diperkuat sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami terus mengikuti arahan pimpinan karena ini merupakan salah satu program prioritas Bapak Wali Kota, terutama dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya melalui penguatan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, termasuk mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi,” ujarnya.
Candrawati menjelaskan, UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat telah dilengkapi berbagai layanan kesehatan yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
Selain pelayanan kesehatan umum, fasilitas tersebut menyediakan layanan persalinan selama 24 jam serta layanan Damakesmas selama 24 jam.
Dengan dukungan fasilitas dan layanan tersebut, Puskesmas Ramah Ibu dan Anak diharapkan dapat menjadi fasilitas kesehatan yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
“Kami berharap puskesmas ini dapat menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang bisa diakses seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Direktur Fasilitas Mutu PKP Kemenkes Roy Himawan, Tenaga Ahli Wamenkes Iwan Trihapsoro, Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar AA Putu Gede Wibawa, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, pimpinan OPD, serta undangan lainnya. (kbs)

