Foto: Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali menyampaikan ucapan Rahajeng Rahina Suci Galungan lan Kuningan Tahun 2026.
Denpasar, KabarBaliSatu
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Bali menyampaikan ucapan Rahajeng Rahina Suci Galungan lan Kuningan Tahun 2026 kepada seluruh umat Hindu yang merayakan.
Ucapan tersebut disampaikan Ketua DPW PSI Bali, I Wayan Suyasa, yang memimpin kepengurusan PSI Bali periode 2025–2030. Menurutnya, Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 dan Hari Raya Kuningan pada Sabtu, 27 Juni 2026 merupakan momentum spiritual yang sarat makna bagi umat Hindu.
Suyasa mengatakan, Galungan dan Kuningan tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol kemenangan Dharma atau kebenaran atas Adharma atau kejahatan. Momentum suci ini sekaligus menjadi pengingat bagi setiap umat untuk terus meneguhkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Rahajeng Rahina Suci Galungan lan Kuningan kepada seluruh umat Hindu yang merayakan. Semoga perayaan suci ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan kerahayuan bagi kita semua,” ujar Suyasa, Senin (15/6).
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat Dharma, memperkuat persaudaraan, serta merawat keharmonisan Bali yang selama ini dibangun di atas fondasi nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Menurut Suyasa, semangat Galungan dan Kuningan juga sejalan dengan nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi yang menjadi kekuatan utama masyarakat Bali dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Karena itu, ia berharap perayaan Hari Suci Galungan dan Kuningan tahun ini dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat solidaritas sosial, melestarikan budaya, serta menjaga kerukunan antarwarga.
“Semoga perayaan suci ini semakin memperkokoh semangat kebersamaan masyarakat Bali dalam mewujudkan daerah yang aman, damai, harmonis, dan sejahtera,” katanya.
Sebelumnya, Suyasa juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan harmoni sosial sebagai modal utama pembangunan Bali di tengah dinamika masyarakat yang semakin beragam.
Menutup pesannya, ia kembali mengingatkan makna mendalam dari perayaan Galungan dan Kuningan sebagai kemenangan nilai-nilai kebaikan yang membawa kesejahteraan bagi alam semesta.
“Rahajeng Rahina Suci Galungan lan Kuningan. Dharma menang, jagat rahayu,” pungkasnya. (kbs)

