BerandaDaerahPenguatan Nilai Kebangsaan dan Ekonomi Kerakyatan Bertemu: Gde Sumarjaya Linggih Gaungkan Empat...

Penguatan Nilai Kebangsaan dan Ekonomi Kerakyatan Bertemu: Gde Sumarjaya Linggih Gaungkan Empat Pilar Kebangsaan di Klungkung Sambil Genjot UMKM Naik Kelas

Bersatu di Bawah Empat Pilar Kebangsaan, Indonesia Siap Jadi Negara Besar Melompat ke Panggung Ekonomi Dunia

Foto: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Bali, Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Klungkung, pada Minggu (22/2/2026).

Klungkung, KabarBaliSatu

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Bali Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer terus menggaungkan pentingnya penguatan Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia. Kokohnya Empat Pilar Kebangsaan juga menjadi modal kuat Indonesia menjadi negara besar dan negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia sebagaimana diramalkan banyak pihak.

Tidak hanya menanamkan nilai-nilai kebanggaan, setiap kali mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di daerah Demer juga sekaligus memberdayakan masyarakat dan pengusaha UMKM agar naik kelas dengan memanfaatkan pemasaran digital seperti dengan media sosial sehingga UMKM benar-benar bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang tangguh, adaptif dan berdaya saing global.

Upaya tersebut kembali dilakukan saat Demer menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Klungkung, pada Minggu (22/2/2026). Untuk memperkuat materi, Demer menggandeng praktisi digital marketing Leo Agung Puri Bowo Laksono yang memberikan panduan praktis kepada peserta.

Dalam kegiatan tersebut, selain menyampaikan materi kebangsaan, Demer juga membagikan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.

Adapun Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan yaitu, Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Demer, kokohnya Empat Pilar bukan sekadar wacana normatif, melainkan modal strategis agar Indonesia mampu melesat menjadi negara besar, bahkan berpeluang menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia sebagaimana banyak diramalkan berbagai lembaga internasional.

“Kalau kita bersatu, Indonesia akan menjadi negara yang besar dan kesejahteraan pasti meningkat,” tegas Demer di hadapan peserta.

Persatuan sebagai Kunci Mengelola Kekayaan Bangsa

Dalam paparannya, Demer mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik di atas maupun di dalam tanah. Dari sektor pertambangan, perkebunan, hingga energi matahari yang bersinar sepanjang tahun, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang tidak dimiliki banyak negara lain.

“Di dalam tanah ada, di atas tanah ada, matahari kita sepanjang tahun. Negara lain ada yang hanya enam bulan. Kita panen bisa tiga kali setahun, itu kelebihan kita,” ujar Demer yang sudah lima periode sebagai wakil rakyat di DPR RI memperjuangkan kepentingan Bali itu.

Namun, ia mengingatkan, kekayaan itu hanya akan menjadi kekuatan jika dijaga dengan persatuan. Perpecahan, menurutnya, justru akan membuka celah bagi pihak luar untuk menguasai potensi bangsa.

“Kalau kita tercerai-berai, jadi kecil-kecil, akan mudah dikuasai. Padahal kita ini sangat kaya,” tegas politisi senior Golkar asal Desa Tahun, Kabupaten Buleleng itu.

Demer juga menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Indonesia sebagai negara besar. Baginya, pengakuan tersebut menjadi dorongan moral agar bangsa ini semakin percaya diri dan solid menjaga stabilitas nasional.

Ia optimistis, dengan stabilitas politik dan kebersamaan yang terus terjaga, Indonesia berpeluang masuk dalam jajaran empat besar kekuatan dunia pada masa mendatang.

Empat Pilar Bertemu Ekonomi Rakyat

Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Demer menempatkan Empat Pilar bukan hanya sebagai materi sosialisasi formal, tetapi sebagai strategi politik kebangsaan untuk memastikan pembangunan berjalan dalam bingkai persatuan.

Menariknya, dalam setiap sosialisasi Empat Pilar, Demer tak hanya berbicara tentang ideologi. Ia juga mengintegrasikan agenda pemberdayaan ekonomi rakyat, khususnya pelaku UMKM, agar mampu naik kelas dan berdaya saing global.

“UMKM Indonesia bukan sekadar unit usaha kecil. Mereka adalah jantung ekonomi rakyat. Sektor ini hidup dari semangat, kreativitas, dan ketekunan,” ujar Demer, yang berlatar belakang pengusaha dan mantan Ketua Umum Kadin Bali.

Ia mendorong masyarakat mendukung UMKM melalui langkah sederhana: membeli produk lokal, memberikan ulasan positif, hingga berbagi pengetahuan. Generasi muda, menurutnya, harus menjadi motor transformasi dengan memperkuat literasi teknologi dan kemampuan adaptasi.

Demer mengakui masih banyak pelaku usaha yang ragu memasuki dunia digital karena takut salah langkah atau menganggap digitalisasi mahal dan rumit.

“Padahal digitalisasi tidak harus dimulai dengan teknologi canggih. Bisa dari hal sederhana, seperti berjualan di Facebook, Instagram, atau platform marketplace lainnya,” jelasnya.

Praktik Digital Marketing untuk UMKM

Untuk memperkuat materi, Demer menggandeng praktisi digital marketing, Leo Agung Puri Bowo Laksono yang memberikan panduan praktis kepada peserta.

Dalam sesi pemaparannya, Leo menekankan bahwa platform digital membuka akses pasar tanpa batas geografis.

“Melalui platform digital, UMKM bisa menjangkau pasar lebih luas. Bisnis makanan misalnya, bisa memasarkan produk lewat e-commerce atau media sosial dan menjangkau pelanggan di luar kota bahkan luar negeri,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa digitalisasi membantu efisiensi operasional. Aplikasi digital memungkinkan pencatatan keuangan dan pengelolaan usaha dilakukan secara otomatis dan lebih akurat, sekaligus memudahkan pelaku usaha membaca tren pasar secara cepat.

Kepedulian Sosial di Tengah Edukasi Kebangsaan

Tak hanya memberikan materi kebangsaan dan pelatihan digital, dalam kesempatan tersebut Demer juga membagikan sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.

Langkah ini mempertegas pendekatan politik yang ia bangun: ideologi kebangsaan diperkuat, ekonomi rakyat diberdayakan, dan solidaritas sosial dirawat secara konkret.

Bagi Demer, Empat Pilar bukan sekadar dokumen konstitusional, melainkan fondasi strategis menuju Indonesia yang bersatu, berdaulat, dan berdaya saing global. Jika persatuan tetap terjaga dan UMKM terus diperkuat, ia yakin Indonesia tak hanya menjadi negara besar secara geografis, tetapi juga raksasa ekonomi dunia yang disegani. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini