BerandaDaerahPelatihan Sanggul dan Tata Rias, Perempuan Karangasem Didorong Kembangkan Keterampilan dan Peluang...

Pelatihan Sanggul dan Tata Rias, Perempuan Karangasem Didorong Kembangkan Keterampilan dan Peluang Usaha

Foto: Ketua Forum PUSPA Kabupaten Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Lagosa, saat menghadiri pelatihan sanggul dan tata rias yang berlangsung di Aula Kantor Camat Selat, Selasa (13/10/2026).

Karangasem, KabarBaliSatu

Perempuan tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi dan kehidupan sosial, tetapi juga memiliki potensi besar untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga. Salah satu upaya untuk mewujudkannya dilakukan melalui pelatihan sanggul dan tata rias bagi perempuan di Kabupaten Karangasem.

Ketua Forum PUSPA Kabupaten Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Lagosa, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan sanggul dan tata rias yang berlangsung di Aula Kantor Camat Selat, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan bertema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju” ini diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali bersama Forum PUSPA Provinsi Bali. Program serupa juga dilaksanakan di kabupaten/kota se-Bali sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan perempuan.

Sebanyak 20 peserta dari WHDI se-Kecamatan Selat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan materi sekaligus praktik penataan sanggul dan tata rias yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kegiatan adat maupun sosial.

Lebih dari sekadar keterampilan merias, pelatihan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi perempuan untuk mengembangkan usaha mandiri. Dengan kemampuan yang dimiliki, peserta berpeluang menawarkan jasa sanggul dan tata rias, sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Ny. Anggreni Pandu Lagosa berharap pelatihan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Manggis dan kini berlanjut di Kecamatan Selat dapat diperluas ke kecamatan lainnya di Karangasem. Ia juga berharap program serupa kembali digelar pada tahun mendatang agar semakin banyak perempuan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensinya.

Menurutnya, keberlanjutan program perlu didukung melalui kolaborasi yang semakin kuat antara dinas sosial dan Forum PUSPA di tingkat kabupaten. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak kegiatan yang mendorong perempuan menjadi pribadi yang kreatif, terampil, dan mandiri.

Keterampilan yang diperoleh para peserta diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain membantu menjaga kelestarian budaya Bali melalui penataan sanggul dalam berbagai kegiatan adat, kemampuan tersebut juga dapat menjadi modal untuk memperluas peluang ekonomi.

Dengan demikian, pemberdayaan perempuan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan ekonomi keluarga. Perempuan yang terampil dan mandiri diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam membangun kesejahteraan keluarga serta masyarakat. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini