BerandaDaerahNo Omon-Omon! Kader Demokrat Bali Iuran Mandiri Buka Akses Jalan Terisolasi di...

No Omon-Omon! Kader Demokrat Bali Iuran Mandiri Buka Akses Jalan Terisolasi di Penebel Tabanan, Gotong Royong Garap Shortcut 1,5 Km

Sambut HUT ke-25 Partai Demokrat, Mudarta: Demokrat Kerja Nyata Baru Publikasi, Yang Lain Banyak Pidato Tanpa Kerja Lapangan

Foto: Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta.

Karangasem, KabarBaliSatu

DPD Partai Demokrat Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat lewat aksi nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur kerakyatan hingga aksi peduli lingkungan. Langkah ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang puncaknya diperingati pada 9 September mendatang.

Salah satu program konkret yang disiapkan adalah pembangunan jalan shortcut sepanjang 1,5 kilometer di wilayah Penebel, Kabupaten Tabanan. Pembangunan akses jalan ini didanai secara swadaya melalui iuran para kader Demokrat untuk menghubungkan dua desa adat yang selama ini terisolasi akibat akses jalan yang harus memutar.

Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan moral dan kerja nyata kader di daerah terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kini mengemban amanat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

“Pemerintah punya keterbatasan anggaran karena harus membaginya ke seluruh Indonesia. Karena itu, sebagai spirit mendukung Pak Menko AHY mewujudkan infrastruktur, kader Demokrat Bali patungan membangun jalan 1,5 kilometer untuk masyarakat,” ujar Made Mudarta di sela-sela aksi lingkungan Gerakan Langit Biru di Pantai Jasri, Kabupaten Karangasem, Jumat (28/8/2026).

Mengenai total nilai investasi proyek swadaya tersebut, Mudarta menyebutkan rinciannya akan diumumkan secara resmi pada tanggal 5 September mendatang dengan mengundang media langsung ke lokasi.

“Demokrat kerja nyata dulu, baru kami publikasikan. Kalau yang lain banyak pidato di atas panggung tapi tidak kerja di lapangan,” tegasnya.

Pembangunan infrastruktur dan aksi bersih-bersih lingkungan yangterus digaungkan Partai Demokrat ini menjadi bukti konsistensi partai dalam menjaga kelestarian alam Bali melalui aksi nyata, bukan sekadar kata-kata.

Dalam kesempatan tersebut, Mudarta juga menyinggung posisi politik Partai Demokrat saat ini. Meski meraih kursi peringkat keempat di tingkat Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem, serta peringkat kedelapan secara nasional, ia optimistis Demokrat akan tetap berada di garis terdepan berjuang bersama rakyat.

Aksi sosial dan pembangunan ini juga dimaksudkan untuk menyegarkan kembali ingatan publik terhadap era kepemimpinan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada periode 2004–2014. Menurutnya, masa kepemimpinan SBY terbukti membawa pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen serta menciptakan stabilitas politik yang kondusif tanpa adanya pembelahan sosial.

“Ketika pemimpinnya berwibawa, rakyat pasti ikut. Era Pak SBY membuktikan ekonomi tumbuh dan politik stabil tanpa ada istilah pembelahan seperti ‘kampret’ dan ‘kecebong’. Hanya Demokrat yang bisa melahirkan kepemimpinan seperti itu,” ungkap Mudarta.

Menatap masa depan politik nasional, Demokrat Bali secara terbuka memanjatkan doa dan perjuangan agar pasca-periode Presiden ke-8 nanti, AHY dapat diusung dan terpilih sebagai Presiden ke-9 Republik Indonesia.

“Doa yang setiap hari kami sampaikan kepada alam semesta, mudah-mudahan energi alam merespons. Kami berharap Demokrat kembali mendapat dukungan mayoritas di Senayan agar bisa menjaga dan memperjuangkan aspirasi rakyat secara maksimal,” pungkasnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini