Foto: Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra saat menyambangi dua titik pelaksanaan upacara Ngaben Massal di wilayah Kecamatan Banjarangkan, Minggu (29/6/2025).
Klungkung, KabarBaliSatu
Suasana khidmat dan semangat gotong royong menyelimuti wilayah Kecamatan Banjarangkan, Minggu (29/6/2025), saat Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menyambangi dua titik pelaksanaan upacara Ngaben Massal yang menjadi wujud nyata pelestarian adat dan spiritualitas masyarakat Bali.
Kunjungan pertama dimulai di Balai Desa Adat Penasan, tempat upacara Ngaben Massal akan digelar pada 4 Juli mendatang. Sebanyak 21 sawa (jenazah) akan dihaturkan dalam upacara ini, dengan partisipasi masyarakat melalui iuran gotong royong sebesar Rp15 juta per sawa. Kegiatan ini telah menjadi tradisi lima tahunan yang selalu dinantikan warga sebagai bentuk penghormatan terakhir yang penuh makna.
Setelah dari Desa Penasan, rombongan Pemkab melanjutkan perjalanan ke Banjar Sema Agung, Desa Adat Tusan, tempat Semeton Satria Dalem Segening dan Pasek Gaduh tengah mempersiapkan upacara serupa. Upacara yang akan berlangsung pada 5 Juli ini melibatkan 19 sawa — 18 dari Satria Dalem Segening dan 1 dari Pasek Gaduh — dengan sistem iuran yang sama, yakni Rp15 juta per sawa.
“Ngaben Massal bukan sekadar ritual. Ini tentang ketulusan, kebersamaan, dan warisan budaya yang terus kita jaga. Jika dilandasi semangat ikhlas dan gotong royong, prosesi seperti ini akan terasa ringan dan penuh berkah,” ujar Bupati Satria dalam sambutannya yang diakhiri dengan penyerahan punia di masing-masing lokasi sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah.
Turut mendampingi dalam kunjungan ini, Anggota DPRD Klungkung Dapil Banjarangkan, Gus Tut Arimbawa, yang juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan adat yang memperkuat jati diri masyarakat Bali.
Upacara Ngaben Massal ini bukan hanya tentang mengantar arwah menuju alam keabadian, tetapi juga menjadi refleksi hidup tentang pentingnya solidaritas sosial, nilai luhur budaya, dan kekuatan kebersamaan di tengah tantangan zaman. (kbs)

