Foto: General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan komitmen PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang andal dan tersebar di seluruh wilayah Bali saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Bisnis Forum Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Denpasar, Rabu (24/6/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali dalam mendorong percepatan transisi energi terus diperkuat. Hingga Juni 2026, PLN bersama mitra telah menghadirkan 196 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai wilayah Bali guna mendukung pertumbuhan kendaraan listrik yang kian pesat.
Ketersediaan infrastruktur tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang semakin matang di Pulau Dewata. Saat ini, PLN mengoperasikan 143 unit SPKLU yang tersebar di 94 titik di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Sementara 53 unit lainnya dikelola oleh mitra yang turut mendukung kemudahan akses pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan PLN terus memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan listrik untuk mengakomodasi meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Bali.
Menurutnya, penguatan infrastruktur pengisian daya menjadi langkah strategis untuk memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
“PLN berkomitmen penuh mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik. Kami terus memperkuat infrastruktur dan menjaga keandalan pasokan listrik agar masyarakat semakin mudah dan nyaman menggunakan kendaraan listrik dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Eric menjelaskan, sistem kelistrikan Bali saat ini masih memiliki cadangan daya yang cukup untuk menopang pertumbuhan kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan. Dengan kondisi tersebut, Bali dinilai siap menghadapi peningkatan kebutuhan energi seiring berkembangnya penggunaan transportasi berbasis listrik.
Ia menambahkan, keberadaan SPKLU yang semakin merata membuat pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir saat melakukan perjalanan di Bali. Saat ini, fasilitas pengisian daya dapat dijumpai rata-rata setiap 30 kilometer.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat berkendara dengan tenang karena akses pengisian daya kini semakin mudah ditemukan di berbagai wilayah Bali,” katanya.
Upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik juga menjadi salah satu fokus dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Bisnis Forum Infrastruktur Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang digelar PLN UID Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali.
Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian terkait, pemerintah daerah, pelaku usaha hingga investor untuk membahas strategi percepatan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Bali.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menilai kendaraan listrik memiliki peran penting dalam mendukung visi Bali sebagai destinasi pariwisata yang berkualitas, hijau, dan berkelanjutan.
Saat ini, jumlah kendaraan listrik roda empat di Bali telah menembus lebih dari 4.000 unit, sementara kendaraan listrik roda dua mendekati 12.000 unit. Tren tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan yang perlu diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur memadai.
“Pengembangan SPKLU menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan sektor swasta harus terus diperkuat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah PLN yang terus memperluas jaringan SPKLU, termasuk menghadirkan pusat pengisian kendaraan listrik di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, yang kini menjadi salah satu fasilitas pengisian daya terlengkap di kawasan Indonesia timur.
Melalui forum tersebut, berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari kemudahan perizinan, penataan ruang, peluang investasi, hingga model kerja sama yang dapat mempercepat pembangunan SPKLU di Bali.
Ke depan, PLN UID Bali menegaskan akan terus memperkuat infrastruktur kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mendukung target transisi energi nasional, menekan emisi karbon, serta memperkuat daya saing Bali sebagai destinasi pariwisata hijau yang berkelanjutan. (kbs)

