Denpasar, KabarBaliSatu
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Muhammad Jumhur Hidayat menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh kepala daerah se-Bali di Jaya Sabha pada Rabu (10/6). Pertemuan strategis ini fokus membahas perkembangan tata kelola sampah di Pulau Dewata, mulai dari penghentian sistem pembuangan terbuka (open dumping) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), peningkatan pemilahan dari sumber, hingga persiapan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Bupati Klungkung I Made Satria, dan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Turut hadir pula Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Galosa, serta Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna.
Usai pertemuan, Menteri Jumhur menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen kuat para pemimpin daerah di Bali dalam membenahi masalah lingkungan. “Saya bahagia ternyata pimpinan di Bali punya komitmen yang begitu kuat untuk semakin hari semakin baik dalam pengelolaan lingkungan,” ujar Jumhur.
Menurut Menteri LH, pengelolaan sampah di Bali saat ini menunjukkan tren yang jauh lebih positif dan berjalan ke arah yang benar, sembari menunggu fasilitas PSEL resmi beroperasi.
“Secara umum Bali sudah lebih baik dari yang sebelumnya kita bayangkan. Langkah-langkah yang dilakukan sekarang sudah baik dan ini akan terus berkembang dari waktu ke waktu. Kita optimistis Bali akan semakin bersih dan tetap menjadi pujaan wisatawan Indonesia maupun mancanegara,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa tingkat pemilahan sampah di Bali saat ini telah menyentuh angka 70 hingga 76 persen dari target total 100 persen. Pemerintah pusat, lanjut Jumhur, sangat mendukung pendekatan berbasis kearifan lokal dalam menyelesaikan isu ini.
“Walaupun secara nasional kita memiliki guide, di daerah ada cara-cara genius lokal atau kearifan lokal dalam menangani sampah. Itu harus terus dikembangkan,” tegasnya.
Jika pemilahan di bagian hulu dan tata kelola di bagian tengah berjalan optimal, Jumhur optimis Bali dapat segera mewujudkan target zero waste di bagian hilir.
Salah satu poin krusial dalam rakor ini adalah komitmen bersama untuk menyetop praktik open dumping di seluruh TPA di Bali, termasuk TPA Suwung di Denpasar. Namun, Jumhur memastikan penutupan tidak akan dilakukan secara ekstrem. Sampah jenis residu yang benar-benar tidak bisa diolah masih diberikan ruang, meski dengan pembatasan yang sangat ketat.
“Yang ditutup adalah sistem open dumping-nya. Kalau masih ada residu yang belum bisa diolah, tentu tetap perlu tempat penampungan. Namun jumlahnya akan jauh lebih sedikit dibandingkan sekarang,” jelas Menteri LH.
Selain sampah domestik, Kementerian LH juga menaruh perhatian serius pada fenomena sampah kiriman yang kerap mengotori pesisir pantai Bali.
“Kami akan berkoordinasi dengan daerah-daerah yang berpotensi menjadi sumber sampah kiriman agar hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan,” terangnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut seluruh kepala daerah telah memaparkan perkembangan penanganan sampah di wilayah masing-masing.
“Kami baru saja rapat dan mendengarkan arahan dari Bapak Menteri Lingkungan Hidup. Beliau berkenan mendengarkan perkembangan pengelolaan sampah di Provinsi Bali,” kata Koster.
Koster menegaskan bahwa seluruh kabupaten/kota diminta bergerak cepat untuk mengeksekusi instruksi penyetopan open dumping. Selain itu, agenda besar yang turut dimatangkan dalam rakor ini adalah persiapan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek PSEL.
“Dalam arahannya, Pak Menteri meminta agar open dumping diakhiri di seluruh TPA kabupaten/kota, termasuk TPA Suwung. Kami juga membahas persiapan groundbreaking fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik,” tambah Koster.
Menutup keterangannya, Gubernur Koster menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah pusat.
“Kami berterima kasih atas komitmen Bapak Menteri yang sangat tinggi terhadap pengelolaan sampah di Provinsi Bali,” pungkasnya. (kbs)

