BerandaDaerahMemasuki Dekade Kedua, Bali Tourism Awards 2026 Ekspansi Riset hingga Desa dan...

Memasuki Dekade Kedua, Bali Tourism Awards 2026 Ekspansi Riset hingga Desa dan Local Brand

Mengusung Tema "11 Years of Excellence: Inspiring the Future", ITTA Foundation Bagikan Tiga Formula Kunci PCL (Persistence, Collaboration, Legacy)

Foto: Ajang Bali Tourism Awards (BTA) 2026 sukses digelar di The Meru Sanur, Senin (14/9/2026) malam.

Denpasar, KabarBaliSatu

Ajang Bali Tourism Awards (BTA) 2026 sukses digelar di The Meru Sanur, Senin (14/9/2026) malam, menandai perjalanan 11 tahun apresiasi terhadap industri hospitality dan pariwisata di Bali. Mengusung tema “11 Years of Excellence: Inspiring the Future”, ajang ini menegaskan peran penting tokoh dan lembaga lokal dalam menjaga daya saing destinasi Bali di tingkat global.

Ketua ITTA Foundation, Panca Rudolf Sarungu, menyampaikan bahwa BTA terbukti bertahan melewati berbagai krisis multidimensi yang pernah melanda Bali, mulai dari erupsi Gunung Agung hingga tantangan ekonomi global.

“Selamat datang di 11th Bali Tourism Award 2026. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk berkumpul merayakan perjalanan 11 tahun. Kita sudah melewati satu dekade dan melewati multi-krisis, tetapi kami tetap konsisten memberikan penghargaan kepada para individu, hotel, resort, villa, dan institusi yang memberikan kontribusi nyata,” ujar Panca Rudolf Sarungu.

Panca menjelaskan beberapa terobosan baru pada penyelenggaraan tahun ke-11 ini. BTA bekerja sama dengan Binus Business School—melalui Dr. Dewi Tamara selaku Head of Executive MM Program—sebagai desk and research partner untuk memperluas cakupan riset metodologi penilaian. Riset kini tidak hanya terpusat di Bali Selatan, melainkan merambah hingga wilayah Lovina, Candi Dasa, Bali Barat, serta memberikan penghargaan khusus kepada para penggerak di desa wisata.

Selain perluasan wilayah riset, BTA 2026 secara konsisten memberikan panggung besar bagi brand lokal (local brand) agar mampu bersanding dengan merek-merek internasional. Untuk pertama kalinya, BTA juga memberikan apresiasi kepada jajaran pemerintah pusat, seperti Kementerian Agama RI atas kontribusi menjaga iklim toleransi yang harmonis di Bali.

“Di balik kebanggaan Bali menjadi number one destination, ada tokoh-tokoh terbaik yang percaya bahwa kita bisa menjadi lebih baik. Jargon kami tetap konsisten: The Best Inspire the Rest,” tegas Panca.

Panca juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor tanpa bergantung sepenuhnya pada dana APBN atau APBD, seperti keberhasilan pengembangan sport tourism melalui ajang Sanur Marathon di Denpasar. Sebagai penutup, ia membagikan tiga pesan kunci (key takeaways) bagi para pelaku industri pariwisata, yakni PCL.

“Ada tiga pesan yang saya harapkan terus menjadi inspirasi, yaitu PCL: Persistence (ketahanan), Collaboration (kolaborasi), dan Legacy (warisan). Mari terus menjaga Bali agar tetap menjadi destinasi terbaik, kebanggaan nasional, dan kebanggaan dunia,” pungkas Panca.

Acara penganugerahan ini turut dihadiri Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua BTB/GIPI Bali Ida Bagus Agung Partha Adnyana, Wakil Ketua DPP IHGMA Dr. Yoga Iswara, serta deretan pimpinan asosiasi pariwisata Bali lainnya. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini