BerandaDaerahLibatkan 9 Instansi, DBFW Sesi 2 Hari ke-5 Pamerkan 80 Wastra Karya...

Libatkan 9 Instansi, DBFW Sesi 2 Hari ke-5 Pamerkan 80 Wastra Karya Desainer Lokal Bali

Foto: Memasuki Sesi 2 hari ke-5, sebanyak sembilan instansi di Provinsi Bali ambil bagian menampilkan 80 wastra hasil rancangan desainer lokal di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (6/12).

Denpasar, KabarBaliSatu 

Gelaran Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 terus menunjukkan konsistensinya sebagai panggung strategis bagi kreativitas perajin dan desainer lokal Bali. Memasuki Sesi 2 hari ke-5, sebanyak sembilan instansi di Provinsi Bali ambil bagian menampilkan 80 wastra hasil rancangan desainer lokal di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (6/12).

Sembilan instansi tersebut adalah Telkom Denpasar, PLN Bali, PT Jamkrida Bali Mandara, RSUP Prof. Ngoerah, Perumda Kerta Bali Saguna, BRI Denpasar, PAKIS MDA Provinsi Bali, TP PKK Provinsi Bali, dan TP Posyandu Provinsi Bali. Keterlibatan lintas instansi ini menegaskan bahwa DBFW bukan hanya ruang kreatif, tetapi juga wadah kolaborasi yang memperkuat ekosistem wastra Bali.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, kembali hadir mendampingi jalannya perhelatan ini. Kehadiran beliau yang konsisten sejak pembukaan sesi pertama pada November lalu, menjadi simbol komitmen kuat terhadap pengembangan IKM dan UMKM Bali.

Kadisperindag Provinsi Bali sekaligus Ketua Panitia DBFW, I Gusti Ngurah Wiryanata, menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat dan perajin sejak sesi pertama menunjukkan tingginya apresiasi terhadap wastra Bali.

“Ini rangkaian yang sangat panjang. Sesi pertama pada 1–7 November lalu berjalan sangat baik dan mendapat banyak apresiasi,” ujarnya.

Wiryanata juga menyoroti peran Pameran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Art Centre Denpasar yang menjadi one stop shopping bagi masyarakat yang ingin membeli kain tenun tradisional dan beragam kerajinan lokal Bali.

“Banyak masyarakat membeli di IKM Bali Bangkit karena kualitasnya terjamin dan harganya pantas,” tambahnya.

Menurut Wiryanata, keberhasilan ini tidak lepas dari perhatian dan konsistensi Ketua Dekranasda Bali, Ny. Putri Koster, dalam mendorong IKM dan UMKM agar terus berkembang. Bahkan, Pameran IKM Bali Bangkit kini menjadi rujukan studi tiru dari berbagai provinsi di Indonesia dalam pengembangan produk lokal.

“Oleh sebab itu, tema Wastra Hita Kara kita pilih untuk menegaskan bahwa wastra tidak hanya indah secara visual, tetapi juga membawa manfaat ekonomi dan sosial yang besar,” jelasnya.

Ia berharap DBFW dapat memperluas panggung bagi desainer lokal, memperkuat posisi kain tenun tradisional Bali, serta menciptakan multiplier effect bagi kesejahteraan masyarakat Bali. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini