Foto: Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta saat memimpin konsolidasi internal Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Bali periode 2026–2030 di Ruang Rapat KONI Bali, Selasa (19/5/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta langsung tancap gas memimpin konsolidasi internal Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Bali periode 2026–2030. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat KONI Bali, Selasa (19/5/2026), seluruh pengurus dikumpulkan untuk menyatukan visi dan langkah dalam mendorong peningkatan prestasi atlet muda Pulau Dewata.
Sebagai Ketua Umum KONI Bali, Giri Prasta menegaskan bahwa rapat perdana tersebut menjadi momentum penting untuk merumuskan regulasi yang lebih terarah dan konstruktif demi kemajuan dunia olahraga Bali.
“Hari ini kami melakukan rapat perdana pengurus KONI Bali secara menyeluruh untuk secara spesifik membuat regulasi yang membangun guna memajukan para atlet kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KONI Bali saat ini juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda besar olahraga, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga pelaksanaan PON mendatang.
Menurutnya, penyusunan regulasi dilakukan agar tidak lagi muncul perbedaan tafsir dalam pelaksanaan aturan di tingkat kabupaten dan kota. Setelah rampung dibahas dalam rapat kerja, seluruh keputusan akan segera disosialisasikan ke daerah.
“Supaya tidak ada lagi interpretasi berbeda terkait pelaksanaan peraturan,” kata Giri Prasta.
Tak hanya fokus pada regulasi, KONI Bali juga mulai membangun sistem pendataan atlet secara lebih terstruktur. Giri mengungkapkan pihaknya telah melakukan inventarisasi data atlet dengan sistem by name by address sebagai basis pembinaan dan perhatian terhadap atlet Bali.
Database tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam penyaluran bantuan maupun bentuk dukungan lain, termasuk bagi atlet-atlet yang telah purna tugas, baik yang pernah menyumbangkan medali maupun yang belum.
Pada Juni mendatang, KONI Bali dijadwalkan menggelar rapat kerja untuk membahas seluruh program dari masing-masing cabang olahraga, termasuk kebutuhan anggaran yang diperlukan dalam pembinaan atlet.
Di sisi lain, upaya mencetak atlet masa depan juga mulai diperkuat dari level akar rumput. Giri Prasta menegaskan penjaringan atlet muda akan dilakukan sejak jenjang sekolah dasar melalui penguatan kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah-sekolah.
Untuk mendukung program tersebut, KONI Bali akan melibatkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga kabupaten/kota agar proses pencarian dan pembinaan bibit atlet muda berjalan lebih optimal dan terstruktur. (kbs)

