Klungkung, KabarBaliSatu
Pemerintah Kabupaten Klungkung resmi memulai uji coba mesin pirolisis di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Karangdadi, Desa Kusamba, Selasa (9/6). Uji coba ini menjadi langkah penting dalam upaya mempercepat penanganan persoalan sampah di Klungkung melalui penerapan teknologi pengolahan modern yang ramah lingkungan.
Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra hadir langsung meninjau proses pengoperasian mesin tersebut. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah mitra strategis, di antaranya Direktur Utama PT Inpac Internasional A.A. Pablo Subamya, perwakilan PT Bali Bersih Bersinar I Gede Kurniawan, serta Koordinator UNESCO untuk Asia Tenggara, Mr. Efrat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Klungkung, Dewa Komang Aswin, menjelaskan seluruh komponen utama sistem pengolahan sampah kini telah terpasang dan siap digunakan.
“Komponen utama yang sudah siap meliputi mesin pirolisis utama berkapasitas 750 kilogram, sistem pendingin, hingga jalur pengolahan hilir,” ujar Komang Aswin.
Teknologi yang diadopsi dari Cook Island tersebut dikembangkan melalui kolaborasi PT Inpac Solutions Indo dan PT Bali Bersih Bersinar. Sistem ini diproyeksikan memiliki kapasitas pengolahan kumulatif hingga 400 ton sampah per hari.
Angka tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menangani timbunan sampah di Klungkung yang saat ini mencapai rata-rata 200 ton per hari, baik dari kawasan TOSS Center maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tingkat desa.
Bupati I Made Satria menegaskan kehadiran pemerintah daerah dalam uji coba ini bertujuan memastikan seluruh tahapan operasional alat berjalan sesuai rencana. Menurutnya, teknologi pirolisis yang digunakan merupakan sistem yang direkomendasikan langsung oleh pemerintah pusat.
“Hari ini merupakan uji coba resmi karena pemerintah daerah turun langsung menyaksikan tahap demi tahap pengoperasiannya. Sistem kerjanya bukan pembakaran, melainkan pemanasan suhu tinggi (pyrolysis). Karena tidak dibakar, alat ini tidak menghasilkan asap, melainkan uap air, sehingga sangat ramah lingkungan,” terang Bupati Satria.
Meski diklaim minim emisi dan lebih ramah lingkungan, Pemkab Klungkung tetap akan melakukan pengujian emisi secara menyeluruh sebelum alat dioperasikan secara penuh.
“Uji emisi tetap kita lakukan agar Pemkab memiliki dokumentasi ilmiah yang legal dan dapat dipertanggungjawabkan saat mesin ini mulai beroperasi penuh setiap hari untuk menangani persoalan sampah di Klungkung,” tegasnya.
Bupati Satria juga menyoroti pentingnya transfer teknologi kepada tenaga kerja lokal. Saat ini, pengoperasian mesin masih didampingi oleh tenaga ahli dari pihak investor mengingat sistem yang digunakan tergolong canggih dan modern.
“Kami meminta pihak investor melatih tenaga lokal Klungkung secara intensif agar kita bisa mandiri mengoperasikannya. Saat ini, astungkara, sudah ada beberapa SDM daerah yang mulai lancar mengoperasikan alat ini. Kerja sama dengan pihak ketiga ini harus menjadi solusi jangka panjang yang tuntas,” imbuhnya.
Ke depan, operasional TOSS Center akan diintegrasikan dengan program pengelolaan sampah berbasis sumber. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pengolahan sampah, tetapi juga meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Dukungan UNESCO turut menjadi perhatian dalam proyek ini. Organisasi internasional tersebut berkomitmen memperkenalkan inovasi pengelolaan sampah yang diterapkan di Klungkung kepada dunia internasional. Sebagai bentuk dukungan, UNESCO saat ini juga tengah membangun kantor perwakilan dan klinik kesehatan di kawasan TOSS Center.
Melihat potensi yang dimiliki, Bupati Satria berharap kawasan TOSS Center Karangdadi dapat berkembang menjadi ruang yang lebih tertata, produktif, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Saya berharap lingkungan TOSS Center Karangdadi ini terus ditata. Target kita ke depan, tempat ini tidak lagi dipandang sebagai lokasi pembuangan sampah yang kumuh, melainkan bertransformasi menjadi objek wisata edukasi bagi warga sekitar maupun wisatawan,” pungkasnya. (kbs)

