BerandaDaerahBuka PKB XLVIII, Gubernur Koster Tegaskan Budaya Bali Tak Akan Pernah Padam

Buka PKB XLVIII, Gubernur Koster Tegaskan Budaya Bali Tak Akan Pernah Padam

Libatkan 24 Ribu Seniman, Partisipasi Anak-anak hingga Generasi Muda Jadi Bukti Kuat Bahwa Warisan Budaya Bali Terus Hidup Dan Berkembang

Foto: Gubernur Koster saat membuka acara Pesta Kesenian Bali XLVIII di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya (Art Center), Denpasar, Sabtu (13/6) malam. 

 

Denpasar, KabarBaliSatu

Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 resmi dibuka pada Sabtu malam (13/6) di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya (Art Center), Denpasar. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, menandai dimulainya perhelatan budaya tahunan terbesar di Pulau Dewata yang akan berlangsung hingga 11 Juli 2026.

Sejak pertama kali digagas oleh almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra pada 1979, PKB telah menjadi ruang strategis untuk melestarikan sekaligus mengembangkan seni dan budaya Bali secara berkelanjutan. Tahun ini, penyelenggaraan PKB dinilai semakin kuat setelah hadirnya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Implementasi regulasi tersebut tercermin dari semakin beragamnya karya seni yang ditampilkan, tingginya antusiasme masyarakat, hingga meningkatnya keterlibatan generasi muda dan anak-anak dalam berbagai kegiatan budaya.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku bangga melihat partisipasi besar anak-anak dalam ajang budaya tahunan tersebut. Menurutnya, keterlibatan siswa mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah dasar menjadi bukti nyata bahwa proses regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali berjalan dengan baik.

“Kehadiran anak muda beserta anak-anak usia dini menunjukkan bahwa regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali telah terjadi secara langsung dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Koster.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa seni dan budaya Bali akan terus hidup serta berkembang di tengah masyarakat.

Koster juga menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi utama kehidupan masyarakat Bali. Tidak hanya berkaitan dengan nilai spiritual, kebudayaan juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan tulang punggung sektor pariwisata yang memberikan manfaat kesejahteraan secara sekala maupun niskala.

Melalui visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, pemerintah daerah menempatkan kebudayaan sebagai modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan global.

“Jangan pernah bosan menjaga kebudayaan Bali,” tegas Gubernur Koster di hadapan ribuan penonton yang memadati area Art Center.

PKB 2026 mengangkat tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, yang bermakna memuliakan jiwa yang paripurna. Tema tersebut mencerminkan semangat menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan kebudayaan Bali.

Selama hampir satu bulan penyelenggaraan, PKB akan menghadirkan 10 agenda utama. Berbagai kegiatan tersebut meliputi Peed Aya (pawai), Rekasadana (pagelaran), Kanda Rupa (pameran), Utsawa (parade), Wimbakara (lomba), Kriya Loka (lokakarya), Widya Tula (sarasehan), hingga Adi Sewaka Nugraha sebagai bentuk penghargaan kepada para seniman.

Tahun ini, PKB juga menghadirkan sejumlah program baru yang memperkaya rangkaian acara. Salah satunya adalah Jantra Tradisi Bali atau Pekan Kebudayaan Daerah yang menitikberatkan pada pelestarian kearifan lokal, termasuk pengobatan tradisional dan permainan rakyat. Selain itu, terdapat pula Perayaan Kebudayaan Dunia (Padma Buana) yang menjadi wadah penguatan posisi Bali sebagai salah satu pusat kebudayaan dunia.

Kemegahan PKB ke-48 tercermin dari besarnya partisipasi pelaku seni. Sebanyak 23.936 seniman yang tergabung dalam 307 sekaa, sanggar, dan yayasan seni dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional ambil bagian dalam perhelatan tersebut.

Tak hanya menjadi panggung ekspresi budaya, PKB juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif daerah. Sebanyak 124 Industri Kecil Menengah (IKM) dan 72 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut meramaikan kegiatan dengan memamerkan beragam produk kriya dan kerajinan unggulan.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pascapandemi, Pemerintah Provinsi Bali menyediakan fasilitas pameran secara gratis bagi para pelaku usaha tanpa dikenakan biaya sewa tempat.

Dengan ribuan seniman, ratusan pelaku usaha kreatif, serta antusiasme masyarakat yang terus meningkat, PKB 2026 kembali menegaskan perannya sebagai panggung utama pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif Bali. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini