Foto: Pura Agung Besakih
Karangasem, KabarBaliSatu
Pura Penataran Agung Besakih kembali menjadi pusat spiritual umat Hindu Bali dengan digelarnya Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh pada Purnama Kadasa, Sabtu, 12 April. Rangkaian upacara telah dimulai, termasuk ritual penting Ida Bhatara mlasti ke Mata Air Toya Sah, Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, yang berlangsung pada Kamis, 10 April.
Dalam paruman panitia yang digelar di Bale Pesandekan, Pura Penataran Agung Besakih, Sabtu, 15 Maret, Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, memimpin koordinasi bersama seluruh prajuru Desa Adat Besakih, pamangku Pura Besakih, dan pangayah lainnya.
Sebagai bagian dari prosesi, sebelum puncak upacara, akan dilaksanakan Karya Tawur Tabuh Gentuh di Bencingah Agung Pura Besakih pada Jumat, 28 Maret. Menurut Jro Gede Artayasa, Pamucuk Pamangku di Pura Besakih, ritual mlasti dilakukan setiap tahun ganjil ke Mata Air Toya Sah, sedangkan jika upacara digelar di tahun genap, mlasti dilakukan di Tegal Suci, Banjar Tegenan, Desa Menanga. Untuk Karya Agung Panca Balikrama, yang datang setiap 10 tahun sekali, mlasti dilaksanakan di Pantai Watu Klotok, Klungkung.
“Perjalanan mlasti ke Toya Sah dilakukan siang hari dengan menempuh jarak sekitar 7 kilometer ke arah selatan dari Pura Penataran Agung Besakih,” jelas Jro Gede Artayasa. Selama berlangsungnya Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh, Gunung Agung tidak boleh didaki, kecuali untuk kepentingan khusus seperti upacara mulang pakelem nuur Ida Bhatara Tirtha.
Rangkaian upacara selanjutnya meliputi Mapepada lan Bumi Sudha Tawur Tabuh Gentuh pada Kamis, 27 Maret, Tawur Tabuh Gentuh pada Jumat, 28 Maret, serta Nuur Ida Bhatara Tirtha lan Nedunang Ida Bhatara pada Rabu, 9 April. Ritual mlasti ke Toya Sah berlangsung pada Kamis, 10 April, dilanjutkan Mapepada lan Memben pada Jumat, 11 April, dan puncaknya Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh pada Sabtu, 12 April.
Setelah puncak acara, Ida Bhatara nyejer selama 11 hari, dengan banten panganyar dipersembahkan oleh seluruh kabupaten/kota di Bali setiap harinya. Upacara Masineb akan dilaksanakan pada Sabtu, 3 Mei, yang ditandai dengan prosesi Nuwek Bagia Pule Kerti.
Sebagai Yajamana Karya, upacara ini dipimpin oleh para sulinggih terkemuka, termasuk Ida Pedanda Putra Tembau dari Griya Gede, Desa Aan, Klungkung; Ida Pedanda Gde Swabawa Karang Adnyana dari Griya Karang, Desa Budakeling; Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa dari Griya Kadatuan Kawista, Tabanan; serta Ida Dalem Semara Putra dari Puri Agung Klungkung. Sementara itu, Wiku Tapini yang bertugas adalah Ida Pedanda Istri Karang dari Griya Suci, Desa Sibetan, dan Ida Pedanda Istri Wayan Jelantik Dwaja dari Griya Jelantik, Desa Budakeling.
Upacara sakral ini menjadi momen penting bagi umat Hindu Bali dalam menjaga keseimbangan alam dan spiritualitas, serta memperkokoh hubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. (kbs)