BerandaDaerahKadin Indonesia Soroti Besarnya Potensi Ekonomi Bali, Dorong Kadin Bali Maksimalkan “Jalan...

Kadin Indonesia Soroti Besarnya Potensi Ekonomi Bali, Dorong Kadin Bali Maksimalkan “Jalan Tol Regulasi” Menuju Indonesia Emas 2045

Foto: Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia, Taufan E.N. Rotorasiko (kiri), saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Bali di Hotel Aryaduta Kuta, Jumat (12/12/2025).

Badung, KabarBaliSatu 

Kadin Indonesia menegaskan bahwa Bali memiliki peluang ekonomi yang sangat besar untuk mengakselerasi pertumbuhan daerah dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. Pesan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia, Taufan E.N. Rotorasiko, dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kadin Bali yang digelar di Hotel Aryaduta Kuta, Jumat (12/12/2025).

Taufan menekankan bahwa seluruh agenda pembangunan nasional dan daerah kini bergerak dalam satu kerangka besar yang sudah disusun pemerintah. “Kementerian Ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menunjukkan roadmap kita. Gotong royong adalah jiwa bangsa. Kementerian Ekonomi adalah tujuan daerah, dan Indonesia Emas 2045 adalah visi negara,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Taufan menyinggung hasil Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia yang digelar pekan sebelumnya. Menurutnya, penguatan peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah menjadi poin penting yang diapresiasi para pimpinan lembaga negara.

“Ada pernyataan menarik dari Ibu Ketua DPR RI, beliau sangat mengapresiasi bahwa KADIN mengangkat tema gotong royong, karena itulah esensi KADIN. Kita bukan sekadar satu wadah, tetapi wadah berhimpun antara asosiasi dan KADIN daerah; mitra strategis pemerintah. Semangat gotong royong ini yang harus terus kita pegang,” katanya.

Taufan menegaskan bahwa Bali memiliki fondasi ekonomi yang sangat kuat melalui basis UMKM. Sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin disebutnya bekerja berbasis data. Berdasarkan data resmi per Desember 2024, jumlah pelaku UMKM di Bali mencapai sekitar 450 ribu unit usaha, atau tumbuh sekitar 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut dinilai sebagai potensi besar yang perlu dikelola secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Mengacu pada data resmi akhir Desember 2024, jumlah pelaku UMKM di Bali telah mencapai sekitar 450 ribu unit usaha, tumbuh sekitar 1,9% dari tahun sebelumnya. Ini adalah potensi raksasa yang harus kita kelola bersama,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Kadin Indonesia telah menyiapkan “jalan tol regulasi” berupa berbagai MoU strategis dengan kementerian untuk mempermudah daerah dalam menggerakkan ekonomi.

“Kami meminta KADIN Bali memanfaatkan payung hukum ini secara maksimal,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Taufan merinci tiga kerja sama strategis yang telah dibangun Kadin Indonesia dengan kementerian terkait, yang seluruhnya dapat dimanfaatkan Kadin Bali untuk memperkuat basis ekonomi daerah.

Memperkuat Ekonomi Daerah Lewat MoU dengan Kemendagri

Melalui nota kesepahaman dengan Kementerian Dalam Negeri, Kadin memperoleh mandat penting untuk mempercepat pembangunan ekonomi di daerah. Kerja sama ini mencakup pelibatan Kadin daerah dalam penyusunan kebijakan investasi, pemberdayaan UMKM, hingga promosi investasi daerah. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempermudah proses perizinan bagi pelaku usaha.

Taufan menjelaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap peran Kadin kini semakin besar. Menteri Dalam Negeri bahkan telah menyusun daftar provinsi, kabupaten, dan kota yang memiliki tingkat sinergi baik maupun kurang dengan Kadin. Langkah ini menjadi bukti bahwa pemerintah aktif memastikan fungsi Kadin sebagai mitra strategis berjalan optimal, sebuah peluang besar yang menurutnya harus dimaksimalkan Kadin Bali.

Ekonomi Hijau Bali dan MoU dengan Kementerian Kehutanan

Selain itu, Kadin juga bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mendorong pengembangan ekonomi hijau berbasis adat. Ruang lingkup MoU tersebut meliputi multiusaha kehutanan, hilirisasi hasil hutan, dan perhutanan sosial. Taufan menilai Bali memiliki keunggulan komparatif untuk menjadikan hutan desa sebagai basis ekowisata bernilai tinggi, sejalan dengan arah pembangunan ekonomi hijau yang menjadi prioritas nasional.

Pertanian sebagai Pilar Masa Depan Lewat MoU dengan Kementerian Pertanian

Pada sektor pertanian, Taufan menegaskan bahwa pertanian merupakan pilar penting bagi Bali. Ia memaparkan bahwa sektor ini menyumbang 14–15 persen terhadap PDRB Bali dan memiliki berbagai komoditas unggulan, seperti kopi Arabica Kintamani yang telah mendunia, kakao Jembrana sebagai bahan baku cokelat premium Eropa, serta manggis dan salak yang potensinya masih sangat besar. Bali juga memiliki populasi sapi Bali lebih dari 500 ribu ekor, yang menjadi aset penting bagi ketahanan protein hewani nasional.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa tengah disiapkan inisiatif dana sebesar Rp20 triliun untuk pengembangan peternakan melalui kerja sama Kementerian Pertanian dan Kadin. Menurutnya, kolaborasi erat ini menunjukkan kuatnya hubungan kerja Kadin dengan pemerintah dan harus dimanfaatkan dengan serius oleh daerah.

Mendorong Penyerapaan Investasi dan Tenaga Kerja

Taufan turut menyinggung pertemuan Kadin dengan Menteri Koordinator Perekonomian yang membahas kondisi tiga sektor industri besar—baja, tekstil, dan alas kaki—yang tengah menghadapi tekanan global. Pertemuan tersebut, yang berjalan efektif dalam waktu singkat, menggambarkan pentingnya kecepatan respons Kadin dan pemerintah dalam merespons tantangan ekonomi. Hal itu, menurut Taufan, menjadi bagian dari upaya memastikan sektor padat karya tetap mampu menyerap tenaga kerja dan mempertahankan daya saing.

Dengan berbagai peluang regulatif, dukungan pemerintah pusat, serta fondasi ekonomi yang kuat melalui UMKM hingga sektor pertanian dan kehutanan, Bali dinilai berada pada posisi strategis untuk mempercepat transformasi ekonominya. Kadin Indonesia menegaskan bahwa momentum ini tidak boleh disia-siakan. Optimalisasi “jalan tol regulasi” yang telah dibuka melalui kerja sama lintas kementerian diharapkan mampu menghubungkan potensi lokal dengan kebutuhan nasional. Bagi Kadin Bali, tantangan lima tahun ke depan bukan sekadar menjalankan program, tetapi memastikan bahwa setiap peluang benar-benar berujung pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta menjadi kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini