BerandaTokohIsu Sara Kian Meresahkan, Gusti Arya Gangga Ajak Masyarakat Stop Anggap Wajar...

Isu Sara Kian Meresahkan, Gusti Arya Gangga Ajak Masyarakat Stop Anggap Wajar Rasisme

Jangan Rusak Citra Bali dengan Fanatisme

Foto: Aktivis & Tokoh Muda Bali I Gusti Ngurah Arya Gangga Redanaputra Tegeh Kori yang juga merupakan Founder Praga Institute.

Denpasar, KabarBaliSatu

Indonesia yang kini menginjak umur yang dapat dikatakan sudah tidak muda lagi, bertepatan pada HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi pengingat bagaimana pejuang-pejuang terdahulu memerdekakan bangsa ini tanpa mengenal latar belakang suku agama ras & antar golongan.

Beberapa waktu lalu, di Bali heboh beredarnya video ucapan yang diduga rasis terhadap satu golongan tertentu. Tentunya sontak menghebohkan jagat dunia maya yang akan diwarnai dengan semarak perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.

Ucapan yang dinilai rasis tersebut mendapat perhatian publik cukup serius termasuk dari kalangan pejabat di Bali termasuk Anggota DPD RI Dapil Bali yang cukup membuat heboh dunia maya beberapa waktu lalu.

Hal ini mendapat tanggapan cukup serius dari Aktivis & Tokoh Muda Bali I Gusti Ngurah Arya Gangga Redanaputra Tegeh Kori yang juga merupakan Founder Praga Institute. “Saya menyayangkan sikap intoleransi ataupun sikap rasis terhadap sesama warga negara, siapapun tanpa terkecuali” ungkap Gusti Arya Gangga.

Ia menekankan bahwa sikap intoleran dan rasis harus dikenakan sanksi secara tegas tanpa ada keberpihakan sama sekali.

“Jangan sampai pelaku rasisme dibela hanya karena yang bersangkutan adalah orang Bali, atau bahkan justru menekan pihak korban dengan statement UU ITE yang dalam hal ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan unsur pidana jika dilakukan dalam konteks membela diri dan untuk kepentingan publik yaitu melawan perlakuan rasis” tegas Gusti Arya Gangga. (kbs)

Gusti Arya Gangga juga mengingatkan kepada pejabat yang terlibat mengadvokasi isu ini agar bersikap proporsional dan adil. Jangan sampai citra Bali justru buruk hanya karena fanatisme belaka.

“Di tengah semarak bulan kemerdekaan ini juga seharusnya kita jadikan ajang untuk merajut kebersamaan, persatuan dan keberagaman antar warga negara, karena masih banyak tugas-tugas kita sebagai warga negara dalam memperjuangkan hak-hak sosial untuk keadilan seluruh rakyat Indonesia” tutup Gusti Arya Gangga. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini