Foto: Ketua DPW Gemuruh NasDem Bali AA Sagung Rat Mudiani menegaskan komitmen memperkuat perjuangan untuk buruh di Bali.
Denpasar, KabarBaliSatu
Organisasi sayap Partai NasDem, Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) NasDem, memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-14 bersama jajaran pengurus dan kader di seluruh Indonesia. Momentum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus peneguhan kembali komitmen Gemuruh NasDem dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja dan buruh.
Semangat yang sama turut digaungkan DPW Gemuruh NasDem Provinsi Bali. Peringatan HUT ke-14 digelar dalam suasana penuh sukacita melalui kegiatan kebersamaan di Kantor DPW Partai NasDem Bali, Denpasar, Minggu (7/9/2026).
Di balik suasana perayaan, Gemuruh NasDem Bali menegaskan bahwa perjuangan terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan tidak boleh berhenti. Organisasi ini berkomitmen terus mengawal kepentingan pekerja, terutama menyangkut kepastian kerja, sistem kontrak atau outsourcing, hingga jaminan upah yang layak.
Ketua DPW Gemuruh NasDem Bali AA Sagung Rat Mudiani mengatakan persoalan kesejahteraan buruh masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan secara konsisten. Menurutnya, pekerja harus mendapatkan perlindungan dan kepastian atas hak-haknya di tengah perkembangan ekonomi Bali, khususnya sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
“Kita terus bersinergi, bergandeng tangan, solid untuk memperjuangkan agar buruh menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Buruh di Bali tidak boleh menjadi penonton di tengah geliat perkembangan pariwisata,” tegasnya.
Selain persoalan pekerja formal, Gemuruh NasDem Bali juga menaruh perhatian terhadap kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol). Perjuangan Gemuruh NasDem di tingkat pusat yang mendorong lahirnya regulasi untuk memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi pengemudi ojol di Indonesia dinilai perlu diperkuat di tingkat daerah.
Sagung Rat Mudiani berharap pemerintah daerah turut memberikan perhatian lebih besar terhadap kondisi para driver ojol di Bali. Menurutnya, perkembangan ekonomi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan para pekerja yang berada di garis depan layanan tersebut.
Soroti Lembur dan Kepastian Upah
Di tingkat lapangan, persoalan jam kerja lembur menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian serius Gemuruh NasDem Bali. Sagung Rat Mudiani menilai masih terdapat pekerja yang menghadapi beban overtime berlebihan akibat tekanan dari pengusaha, sementara kesepakatan kerja mengenai lembur tidak selalu dituangkan secara tertulis dengan jelas.
Kondisi tersebut berpotensi membuat pekerja kehilangan hak atas pembayaran lembur sebagaimana mestinya.
“Masalah utama yang dihadapi pekerja adalah jam kerja lembur atau overtime yang terlalu banyak. Banyak pengusaha menekankan lembur, namun tidak ada kesepakatan tertulis yang jelas. Akibatnya, jam kerja berlebihan tidak dibayar sesuai aturan yang seharusnya,” jelasnya.
Karena itu, Gemuruh NasDem Bali menilai pengawasan terhadap pelaksanaan aturan ketenagakerjaan perlu terus diperkuat. Kepastian mengenai jam kerja, pembayaran lembur, sistem kontrak, hingga upah layak harus menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan industrial yang adil.
Perluas Sayap hingga Kabupaten
Tak hanya fokus pada isu perjuangan buruh, HUT ke-14 juga menjadi momentum bagi Gemuruh NasDem Bali untuk memperkuat struktur organisasi. Ke depan, organisasi tersebut menargetkan perluasan kepengurusan hingga ke seluruh kabupaten di Bali.
Sagung Rat Mudiani mengakui struktur Gemuruh NasDem di tingkat kabupaten saat ini belum terbentuk secara menyeluruh. Karena itu, pihaknya akan mendorong proses pembentukan kepengurusan di daerah agar perjuangan dan pendampingan terhadap pekerja dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
“Harapan ke depan adalah melebarkan sayap organisasi ke setiap kabupaten. Saat ini sayap-sayap Gemuruh di kabupaten memang belum terbentuk, sehingga kami akan berjuang agar pembentukan bisa dilakukan secepat mungkin,” ujarnya.
Menurutnya, semakin kuat struktur organisasi di tingkat daerah, semakin luas pula ruang Gemuruh NasDem untuk menyerap aspirasi pekerja sekaligus memperjuangkan berbagai persoalan ketenagakerjaan yang muncul di lapangan.
Peringatan HUT ke-14 Gemuruh NasDem pun tidak sekadar menjadi seremoni organisasi. Di Bali, momentum tersebut ditegaskan sebagai titik penguatan solidaritas dan konsolidasi perjuangan agar pekerja dan buruh dapat memperoleh kehidupan yang lebih layak, sejahtera, serta memiliki posisi yang lebih kuat dalam pembangunan daerah. (kbs)

