BerandaDaerahGus Marhaen Kantongi Dukungan Sri Sri Ravi Shankar untuk Proyek Triliunan di...

Gus Marhaen Kantongi Dukungan Sri Sri Ravi Shankar untuk Proyek Triliunan di Bali

Foto: Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno, Ida Bagus Dharmika saat bertemu dengan Sri Sri Ravi Shankar, pendiri Art of Living Foundation.

Denpasar, KabarBaliSatu

Pertemuan dua tokoh lintas budaya dan spiritual mewarnai gelaran internasional di Bali. Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno, Ida Bagus Dharmika, bertatap muka langsung dengan Sri Sri Ravi Shankar, pendiri Art of Living Foundation, dalam suasana hangat penuh makna.

Momen tersebut berlangsung di sela-sela kegiatan Bliss in Bali – Sanyam 2.0 & AMP Signature Course yang digelar di The Meru Sanur selama lima hari, 30 Maret hingga 3 April 2026. Agenda ini juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Sri Sri Ravi Shankar ke Bali, termasuk rencana pertemuannya dengan sekitar 7.000 tokoh spiritual, pendeta, dan tokoh masyarakat Bali.

Dalam pertemuan itu, Gus Marhaen—yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Yayasan Sabdo Palon Nusantara—memanfaatkan kesempatan untuk memohon doa restu atas rencana ambisius pembangunan Patung Sabdo Palon terbesar di dunia di Bali. Proyek monumental tersebut diperkirakan menelan biaya hingga triliunan rupiah.

“Saya menanyakan langsung kepada Guruji tentang rencana ini, dan beliau menjawab ‘sukses’,” ujar Gus Marhaen di Denpasar, Kamis (2/4/2026). Saat disinggung soal besarnya anggaran, Sri Sri Ravi Shankar memberikan pesan singkat namun penuh makna: “pelan-pelan.”

Dukungan moral dari tokoh spiritual dunia itu menjadi energi tersendiri bagi Gus Marhaen. Sri Sri Ravi Shankar sendiri dikenal luas atas kiprahnya dalam mediasi konflik internasional, termasuk dalam proses perdamaian di Kolombia dan sengketa Ayodhya di India. Ia juga dianugerahi penghargaan sipil bergengsi Padma Vibhushan pada 2016 serta aktif dalam dialog lintas agama global.

Bagi Gus Marhaen, pembangunan Patung Sabdo Palon bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol penguatan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian. Ia meyakini Bali sebagai pusat kebudayaan dunia memiliki posisi strategis untuk menggaungkan ajaran Sabdo Palon ke tingkat global.

“Sabdo Palon adalah nasihat tentang kebaikan, pengetahuan, dan kebenaran yang selaras dengan semesta,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat pesan perdamaian di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks, baik dalam bentuk konflik fisik maupun nonfisik yang berdampak pada kehidupan masyarakat dunia.

Pertemuan tersebut ditutup dengan pertukaran cinderamata yang sarat makna. Gus Marhaen menyerahkan lukisan berbahan kayu dan patung berakar sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Sebagai balasan, Sri Sri Ravi Shankar memberikan cokelat dan selendang. Momen kebersamaan itu pun diabadikan bersama I Ketut Sriawan dalam sebuah foto. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini