BerandaDaerahGubernur Koster Tegaskan Bali Tidak Sekadar Buru 'Net Zero Emission', Fokus Utama...

Gubernur Koster Tegaskan Bali Tidak Sekadar Buru ‘Net Zero Emission’, Fokus Utama Bali Mandiri Energi Bersih

Gandeng Pertalindo dan Akademisi Global, Pemprov Bali Kembangkan Potensi PLTS Hingga 1.500 MW

Foto: Gubernur Koster menerima audiensi Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (28/8/2026). 

Denpasar, KabarBaliSatu

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tidak sekadar berfokus pada pencapaian target global Net Zero Emission. Lebih dari itu, agenda mendasar dan utama yang kini tengah dibangun adalah mewujudkan Bali Mandiri Energi yang bersumber dari energi bersih, baru, dan terbarukan demi keberlanjutan ekosistem alam serta kesehatan masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Koster saat menerima audiensi Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (28/8/2026). Pertemuan ini digelar untuk memperkuat sinergi antara Pemprov Bali dan Pertalindo dalam pengelolaan lingkungan hidup, sertifikasi, penguatan laboratorium terakreditasi, hingga percepatan transisi energi bersih.

Gubernur Koster menyampaikan bahwa kebijakan energi bersih di Pulau Dewata berlandaskan filosofi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Menurutnya, kebijakan ini tidak semata-mata dipicu untuk memenuhi agenda dunia, melainkan berangkat dari kebutuhan riil masyarakat Bali akan lingkungan hidup yang sehat dan bebas polusi.

“Bali tidak hanya Net Zero Emission. Agenda utamanya Bali Mandiri Energi. Sumber energinya bersih, baru, dan terbarukan,” ujar Koster di hadapan jajaran pengurus Pertalindo Bali.

Gubernur menjelaskan, fokus utama pemprov adalah memastikan udara yang dihirup masyarakat berkualitas, polusi dapat ditekan, serta bahan pangan yang dikonsumsi bebas dari cemaran lingkungan. Oleh karena itu, kebijakan transisi energi bersih dipastikan berjalan beriringan dengan perluasan, rehabilitasi, dan penanaman pohon secara masif guna meningkatkan kemampuan alam dalam memproduksi oksigen.

Dalam upaya transformasi sistem energi, Koster mendorong pengurangan ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbahan bakar fosil secara bertahap. Saat ini, sistem kelistrikan Bali masih ditopang oleh energi fosil, termasuk pasokan sekitar 35 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton yang berbasis batu bara.

Ke depan, Bali diarahkan untuk beralih ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti tenaga surya, gas, gelombang laut, dan angin. Langkah transisi ini telah masuk dalam perencanaan sistem kelistrikan PT PLN (Persero) dan prosesnya sedang terus berjalan.

Salah satu langkah konkrit Bali Mandiri Energi adalah percepatan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pemprov Bali secara konsisten mendorong pemasangan PLTS atap di gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, hingga fasilitas publik melalui kebijakan dan Surat Edaran Gubernur. Bahkan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan dukungan alokasi pengembangan PLTS di Bali hingga kapasitas 1.500 MW.

Koster menargetkan transisi energi fosil ke energi bersih ini dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat dalam bentuk peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan.

“Dengan demikian kualitas udara bagus, polusi turun, penyakit juga menurun. Itu target saya,” tegas Koster.

Meskipun berangkat dari kebutuhan lokal untuk membenahi lingkungan, Koster menekankan bahwa langkah Bali Mandiri Energi pada akhirnya sangat selaras dengan target global pencapaian Net Zero Emission 2045. Keberanian Bali dalam mendorong transisi energi bersih pun mendapat apresiasi Internasional. Koster mengungkapkan bahwa dirinya secara khusus mendapat undangan ke London untuk memaparkan kebijakan energi bersih yang diterapkan di Bali.

Sementara itu, Ketua DPP Pertalindo Bali I Ketut Gede Dharma Putra mengapresiasi komitmen Pemprov Bali dan menyatakan kesiapan Pertalindo untuk berkontribusi aktif. Pertalindo Bali memiliki modal kompetensi tenaga ahli, lembaga sertifikasi, serta laboratorium terakreditasi yang siap dimanfaatkan untuk mendampingi pembangunan lingkungan hidup di Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Pertalindo Bali memaparkan rencana Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus Konferensi Internasional bertema “Pemanfaatan Energi Bersih di Bali Menuju Net Zero Emission 2045” yang akan digelar pada 22 September 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pertalindo Bali, Shinhwa University, dan Universitas Udayana.

Pengurus Pertalindo Bali secara resmi mengundang Gubernur Wayan Koster untuk membuka rangkaian acara tersebut sekaligus hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker). Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan praktisi lingkungan menuju Bali yang mandiri energi dan berkelanjutan.(kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini