BerandaDaerahGroundbreaking PSEL Bali Dimulai, Gubernur Koster Sebut Sebagain Pilar Vital Penguat Reputasi...

Groundbreaking PSEL Bali Dimulai, Gubernur Koster Sebut Sebagain Pilar Vital Penguat Reputasi Pariwisata Kelas Dunia

Gebrakan Pertama di Indonesia: Pengolahan Sampah Modern, Ditargetkan Rampung Akhir 2027

Foto: Foto bersama usai pelaksanaan Groundbreaking PSEL Bali di Lahan Pelindo, Denpasar, pada Rabu (8/7).

 

Denpasar, KabarBaliSatu

Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali resmi dimulai. Momentum bersejarah ini ditandai dengan prosesi peresmian yang berlangsung di Lahan Pelindo, Denpasar, pada Rabu (8/7). Proyek yang digadang-gadang sebagai pengolahan sampah menjadi energi pertama di Indonesia ini diyakini mampu mengubah sudut pandang masyarakat terhadap tempat pengelolaan sampah yang selama ini identik dengan kesan kotor dan bau.

Hal tersebut ditegaskan oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam sambutannya di acara tersebut. Rosan menceritakan pengalamannya melihat langsung fasilitas PSEL di luar negeri, salah satunya di China, di mana infrastruktur serupa justru bisa berdiri megah di tengah-tengah kawasan perumahan elit.

“Saat ini tempat pengelolaan sampah kan masih kesannya bau, kotor dan dihindari masyarakat. Kalau PSEL ini berjalan akan mampu mengubah cara pandang pengelolaan sampah,” ujar Rosan.

Ia meyakinkan bahwa proses pengelolaan sampah di PSEL Bali ini akan berjalan dengan sangat bersih dan bebas bau. Namun, Rosan juga mengingatkan bahwa seluruh proses ini memerlukan kehati-hatian yang tinggi, berkaca dari panjangnya perjalanan yang telah dilalui hingga proyek PSEL ini akhirnya bisa mulai dibangun.

Sebagai proyek groundbreaking (pemasangan batu pertama) PSEL yang pertama di Indonesia, Rosan menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dan terlibat aktif hingga pembangunan fisik ini dapat direalisasikan.

Terkait target operasional, proyek ini awalnya diproyeksikan selesai pada tahun 2028. Kendati demikian, Rosan menegaskan bahwa pihaknya akan memacu percepatan pembangunan agar fasilitas ini sudah bisa rampung pada akhir tahun 2027.

“Target penyelesian ini 2028, tapi kita dorong agar akhir 2027 sudah bisa selesai. Ini ground breaking pertama di Bali, nanti peresmian juga harus bisa pertama di Bali,” imbuhnya menutup sambutan.

Menanggapi dimulainya pembangunan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi mendalam dan berharap agar proses konstruksi fisik PSEL Bali dapat dipacu lebih cepat dari linimasa yang ditentukan. Koster menargetkan proyek ini dapat rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2027.

Jika target tersebut terpenuhi, ia optimistis krisis persampahan di kawasan metropolitan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) dapat dituntaskan secara permanen dalam masa periode pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Gubernur Koster menilai keberadaan PSEL Bali akan menjadi pilar penting dalam memperkuat citra dan reputasi Bali sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Ia mengakui bahwa isu krusial seperti pengelolaan sampah, kemacetan lalu lintas, ketersediaan air bersih, dan pasokan listrik adaptif selalu menjadi parameter yang disorot secara tajam oleh komunitas internasional. Kendati dihadapkan pada tantangan tersebut, animo dan volume kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik ke Bali terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, sehingga pembenahan infrastruktur lingkungan menjadi hal yang mutlak. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini