Foto: Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Dr. Nyoman Sugawa Korry bersama jajaran pengurus menyampaikan belangsungkawa atas berpulangnya Ketua DPD II Partai Golkar Bangli, I Gusti Made Winuntara.
Denpasar, KabarBaliSatu
Keluarga besar Partai Golkar di Bali tengah diliputi duka mendalam. Ketua DPD II Golkar Bangli, I Gusti Made Winuntara, berpulang pada usia 74 tahun, Selasa (1/7/2025) pukul 04.00 WITA di Rumah Sakit Graha Bhakti Medika, Klungkung. Politikus senior yang dikenal santun dan loyal ini mengembuskan napas terakhirnya setelah menjalani operasi.
Winuntara, tokoh asal Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang, Bangli, dikenal sebagai sosok kader sejati yang setia dengan loyalitas tinggi mengabdi kepada partai berlambang pohon beringin. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi Golkar Bangli, tapi juga bagi seluruh jajaran Partai Golkar di Bali.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Dr. Nyoman Sugawa Korry, menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Didampingi para pengurus harian, Sugawa Korry menyebut almarhum sebagai panutan yang tak tergantikan.
“Kami sangat kehilangan. Almarhum Bapak Winuntara adalah kader senior yang penuh dedikasi, loyal, tulus, lurus dan taat menjalankan mekanisme organisasi. Kami akan memberikan penghormatan yang layak kepada beliau, sebagaimana yang kami lakukan terhadap para tokoh Golkar sebelumnya seperti almarhum Dewa Gede Oka, Cok Budi Suryawan, Cok Ngurah, dan Pak Rai Wiranata,” ungkap Sugawa Korry.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Partai Golkar Bali akan menggelar prosesi pelepasan jenazah secara resmi dengan formasi lengkap Angkatan Muda Partai Golkar Bali (AMPG) Bali sesuai tradisi yang telah dibangun Sugawa Korry sejak memimpin Golkar Bali dengan memberikan penghormatan terakhir kepada kader senior Golkar yang meninggal dunia. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025 pukul 12.00 WITA, setelah jenazah dinaikkan ke bade oleh krama Banjar.
“Kami akan memberikan penghormatan terakhir dengan almarhum Bapak Winuntara dengan kesatuan AMPG lengkap dengan tata ucapan upacara yang telah kami susun selama ini,” terang Sugawa Korry yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Bali itu.
“Kami ingin menjadikan ini sebagai tradisi baru di Partai Golkar, menghormati para kader bukan hanya saat mereka masih aktif berjuang, tetapi juga mengiringi mereka menuju penyatuan dengan Brahman dalam upacara pelebon,” tambahnya didampingi sejumlah pengurus harian DPD Golkar Bali seperti Bendahara Komang Takuaki Banuartha, Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Dewa Made Suamba Negara, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Komang Suarsana, Ketua AMPG Bali Ketut Nesa dan pengurus lainnya.
Sebelum memberikan penghormatan terakhir, rombongan pengurus DPD Golkar Bali juga akan melakukan kunjungan melayat pada Jumat, 4 Juli pukul 16.00 WITA. Dengan kepergian Winuntara, Partai Golkar kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Namun semangat dan keteladanan yang ditinggalkan akan terus menjadi inspirasi bagi para kader generasi berikutnya.
IGM Winuntara dikenal sebagai kader Golkar sejati. Karier politiknya bermula dari keaktifannya di organisasi SOKSI sejak 1971. Selain aktif berpolitik, almarhum juga berkecimpung di dunia usaha sebagai kontraktor dan sempat menerima penghargaan dari BPC Gapensi Denpasar pada Muscab VIII, 1 November 2024 lalu.
Pada 2019, ia dipercaya sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Bangli, lalu dikukuhkan secara resmi memimpin periode 2020-2025. Meski sempat sakit, semangat pengabdiannya tak pernah surut. Ia tetap aktif menjalankan program-program partai, termasuk menyelenggarakan Pendidikan Politik (Dikpol) untuk kader, bahkan menjadi DPD pertama di Bali yang melakukannya.
Sosok IGM Winuntara juga sempat tampil di kontestasi politik. Pada Pemilu Legislatif 2024, ia mencalonkan diri sebagai caleg DPRD Bali Dapil Bangli, namun belum berhasil melenggang ke kursi dewan. Ia juga maju di Pilkada Bangli 2024 sebagai calon wakil bupati mendampingi Raden Cahyo Adhi Nugroho. Meski dikenal sebagai “Paket Santuy”, mereka belum berhasil mengalahkan pasangan incumbent, Sedana Arta–Wayan Diar dari PDI Perjuangan. (kbs)

