Foto: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, dan Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, saat menyaksikan garapan dramatikal “Bibi Anu” pada Gebyar Literasi Denpasar 2026 di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, Jumat (2/10/2026).
Denpasar, KabarBaliSatu
Pesan tentang pentingnya literasi tak hanya disampaikan melalui kata-kata. Di panggung Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang, pesan itu hadir lewat drama, seni, dan cerita yang dikemas dalam garapan dramatikal “Bibi Anu”.
Pertunjukan tersebut menjadi sajian pemuncak Gebyar Literasi (Gelis) Kota Denpasar 2026, Jumat (2/10). Uniknya, drama ini diperankan langsung Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, berkolaborasi dengan Naluri Manca.
Pertunjukan itu turut disaksikan Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar AA Putu Gede Wibawa, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purnawati Ngurah Gede, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya.
Hadir pula pimpinan perangkat daerah, siswa-siswi, pegiat literasi, dan sejumlah undangan. DWP Kota Denpasar ikut memeriahkan acara melalui penampilan paduan suara.
Literasi Bukan Sekadar Membaca
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, Gebyar Literasi Denpasar bukan sekadar rangkaian lomba, pameran buku, maupun aktivitas membaca dan menulis.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, serta bijak menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
“Literasi hari ini tidak cukup hanya dengan kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat juga harus mampu memahami, memilah, dan mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat, termasuk menggunakan teknologi secara bijak,” ujarnya.
Menurut Arya Wibawa, pembangunan literasi di Kota Denpasar menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan kajian Perpustakaan Nasional RI, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Denpasar pada 2024 mencapai 83,38 atau masuk kategori tinggi. Angka tersebut meningkat dari 71,34 pada 2023.
Sementara itu, TGM 2025 tercatat sebesar 59,65. Perubahan angka tersebut terjadi seiring adanya perubahan mekanisme dan rumus penghitungan.
Selain itu, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Denpasar pada 2024 tercatat 76,11. Angka tersebut berada di atas rata-rata Provinsi Bali yang berada di kisaran 66.
“Capaian ini menjadi gambaran bahwa pembangunan literasi di Denpasar terus kita kuatkan melalui berbagai program dan kolaborasi,” jelasnya.
Namun, Arya Wibawa menegaskan keberhasilan pembangunan literasi tidak semata-mata dilihat dari angka maupun jumlah kunjungan ke perpustakaan.
Literasi, kata dia, harus mampu memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Mulai dari kemampuan memahami bacaan, berpikir kritis, menghasilkan karya, memecahkan persoalan, hingga membentuk masyarakat yang bertanggung jawab.
Terlebih di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin cepat dan luas.
“Di tengah perkembangan era digital dan kecerdasan artifisial, masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin cepat dan luas. Karena itu, kemampuan literasi menjadi semakin penting agar masyarakat mampu menyaring informasi dan memanfaatkannya secara positif,” katanya.
Budaya Literasi Dimulai dari Rumah
Pemkot Denpasar juga mendorong keluarga dan satuan pendidikan menjadi ruang pertama untuk menumbuhkan budaya membaca sejak dini.
Arya Wibawa mengatakan, kebiasaan membaca tidak harus dimulai dari hal besar. Lingkungan keluarga dapat menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal buku, pengetahuan, dan budaya literasi.
“Budaya literasi sesungguhnya dimulai dari rumah kita sendiri. Mari kita jadikan membaca sebagai kebiasaan dan kebutuhan hidup, serta menjadikan perpustakaan sebagai rumah pertama bagi anak,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama melalui semangat “Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak”.
Dengan semangat tersebut, Denpasar diharapkan dapat terus berkembang sebagai kota literasi yang adaptif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dua Hari, Penuh Agenda Literasi
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, mengatakan Gebyar Literasi Denpasar 2026 merupakan pelaksanaan tahun kedua.
Mengusung tema “Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak”, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Hari Kunjung Perpustakaan dan menjadi agenda tahunan untuk meningkatkan minat baca, kemampuan menulis, sekaligus memperkuat apresiasi terhadap karya dan budaya literasi.
“Gebyar Literasi Denpasar kami rancang sebagai ruang bersama untuk membudayakan gemar membaca dan literasi secara masif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pelajar, guru, pegiat literasi, komunitas, pengelola perpustakaan, ASN, hingga masyarakat untuk berkarya, berbagi pengetahuan, dan berkolaborasi,” ujarnya.
Beragam kegiatan digelar dalam rangkaian Gelis 2026. Di antaranya pelatihan bertutur untuk siswa SD, pelatihan membuat resensi buku bagi siswa SMP, pelatihan menulis cerita pendek bagi guru dan masyarakat umum, serta program ASN Menulis Artikel bagi perangkat daerah.
Ada pula Bincang Literasi Perempuan bertema “Perempuan Literat, Denpasar Berdaya”, Bincang Literasi Kota bertema “Inovasi, Literasi Masa Depan”, kelas literasi terbuka, Meet and Greet sekaligus peluncuran buku, serta nonton bareng video konten berbahasa Bali “Putu Arya”.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan berbagai perlombaan. Mulai dari Lomba Bertutur tingkat SD, Menulis Resensi tingkat SMP, Menulis Cerpen Berbahasa Indonesia kategori guru dan umum, Paduan Suara tingkat desa/kelurahan, hingga Menulis Artikel Perangkat Daerah melalui kategori ASN Menulis.
Gebyar Literasi juga menghadirkan book fair yang diikuti 11 penerbit, Pojok ISBN, Pameran Arsip dan Dokumentasi, Pojok Pintar, Lapak Literasi Sekolah, serta Pentas Literasi berupa drama dan tari siswa bersama Bunda Literasi.
“Kami juga memberikan apresiasi kepada perpustakaan desa dan kelurahan, perpustakaan sekolah, serta para pegiat literasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam menggerakkan budaya literasi di Kota Denpasar,” kata Cok Parta.
Gebyar Literasi Denpasar 2026 berlangsung selama dua hari, 2–3 Oktober 2026, di Gedung Dharma Negara Alaya Lumintang.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, di antaranya Bank BPD Bali Cabang Denpasar, Yayasan Bina Ilmu, Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma, Jasa Marga, Perumda Bhukti Praja, IKAPI Provinsi Bali, APSAI, Fairme Indonesia, serta para pegiat dan komunitas literasi Denpasar.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Gebyar Literasi Denpasar. Besar harapan kami, kegiatan ini semakin memperkuat budaya gemar membaca dan literasi di Kota Denpasar, sehingga kita dapat melangkah serentak menciptakan dampak dalam mewujudkan Denpasar Maju, yakni Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul,” pungkasnya. (kbs)

