BerandaPendidikanDwijendra University Gelar Wisuda dan Dies Natalis ke-43, Tegaskan Komitmen Lahirkan SDM...

Dwijendra University Gelar Wisuda dan Dies Natalis ke-43, Tegaskan Komitmen Lahirkan SDM Unggul dan Berkarakter

Foto: Suasana Wisuda dan Dies Natalis ke-43 Dwijendra University.

Badung, KabarBaliSatu

Dwijendra University kembali mencatat sejarah penting dalam perjalanannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia unggul. Bertempat di Patra Resort and Villas, Badung, universitas ini menggelar Wisuda Sarjana ke-3 dan Magister ke-12 sekaligus merayakan Dies Natalis ke-43 pada Senin, 28 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Rektor Dwijendra University, Prof. Dr. Gede Sedana, menjelaskan bahwa prosesi wisuda tahun ini diikuti oleh 225 orang wisudawan. Jumlah tersebut terdiri atas 199 lulusan program sarjana dari sembilan program studi dan 26 lulusan Magister Hukum.

Sejak awal berdirinya, Dwijendra University telah mencetak hampir 10 ribu lulusan sarjana dan 188 lulusan magister yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini mencerminkan kontribusi nyata universitas dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Tanah Air.

“Sejak berdiri, Dwijendra University telah berhasil melahirkan hampir 10 ribu sarjana dan 188 magister yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Prof. Sedana.

Lebih lanjut, Prof. Sedana memaparkan berbagai prestasi yang diraih civitas akademika selama satu tahun terakhir. Di antaranya, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi berhasil meraih juara 1 dalam lomba video pendek dan poster digital tingkat nasional.

Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) turut mengharumkan nama kampus dengan menyabet juara 3 lomba esai nasional. Tak hanya di bidang akademik, prestasi juga diraih dalam bidang olahraga, dengan raihan juara 3 pada Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota.

Dwijendra University juga menunjukkan kinerja unggul dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui perolehan hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari Kementerian Pendidikan, hibah penelitian dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Selain itu, kerjasama internasional dengan sejumlah perguruan tinggi di Jepang pun terus dijalin guna memperluas jejaring akademik global.

Dalam hal pengembangan kualitas dosen, Prof. Sedana menekankan bahwa saat ini Dwijendra University memiliki 22 dosen bergelar doktor, dengan 14 dosen lainnya sedang menempuh studi doktoral.

“Dua tahun lagi kami akan memiliki total 36 doktor. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami dalam meningkatkan kapasitas dan jabatan akademik dosen,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan besar kepada para lulusan dengan menekankan pentingnya pembekalan yang seimbang antara hard skills dan soft skills. Melalui pendekatan ini, universitas berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, rendah hati, dan sederhana.

“Kami membekali mahasiswa tidak hanya dengan hard skills tetapi juga soft skills agar mereka menjadi lulusan yang berkualitas, terampil, dan kompeten. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi berintegritas, rendah hati, dan sederhana,” tegasnya.

Prof. Sedana turut mengajak para lulusan sarjana hukum untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di kampus yang sama.

“Akan diberikan insentif bagi alumni yang melanjutkan ke Magister Penyuluhan Pertanian,” ucapnya.

Kerja sama strategis juga dijalin dengan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya melalui kelas bersama pada program Magister Ilmu Komunikasi. Program ini diharapkan membuka peluang besar untuk peningkatan kualitas pendidikan lanjutan bagi para lulusan.
Tak hanya itu, Dwijendra University juga menginisiasi dua program inovatif, yakni Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan program Satu Keluarga Satu Sarjana. Kedua program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya warga yang berdomisili di Bali. Program tersebut dibuka dengan kuota terbatas sebanyak 40 mahasiswa dan diperuntukkan bagi pemegang KTP Bali.

“Program ini terbuka dengan kuota 40 mahasiswa dan khusus bagi masyarakat ber-KTP Bali. Silakan daftar,” ungkap Prof. Sedana.

Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga wisudawan.
“Selamat berbahagia kepada keluarga wisudawan. Terima kasih telah mempercayakan Dwijendra sebagai pilihan pendidikan tinggi,” pungkasnya.

Ketua Pengurus Yayasan Dwijendra, Dr. Nyoman Satia Negara, SH., M.H., turut menyampaikan selamat dan sukses kepada para wisudawan. Ia mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Mudah-mudahan ilmu yang didapatkan membawa kesuksesan. Implementasikan teori yang telah diperoleh di tengah masyarakat. Jangan pernah berhenti belajar,” pesannya.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Dwijendra.

“Tolong jaga nama baik almamater dan Yayasan Dwijendra. Kami berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan wisuda ini.

Ia menyebut Dwijendra University sebagai kampus yang berbudaya dan konsisten dalam mengangkat nilai-nilai kearifan lokal dan budaya Bali.

“Perguruan tinggi juga harus terus memahami kebutuhan dunia usaha sehingga terjadi link and match,” tegas Eratodi.

Ia juga berharap agar hasil-hasil penelitian dari civitas akademika Dwijendra dapat memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. (kbs)

Berita Lainnya

Berita Terkini